Kebakaran Kilang Minyak Balongan Diduga Karena Kelalaian, Polisi Periksa 52 Orang

Kebakaran kilang minyak Balongan kini diusut polisi.

Jakarta (Riaunews.com) – Kepolisian telah memeriksa 52 orang terkait sangkaan kelalaian dalam insiden kebakaran di Kilang Minyak Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

“Sudah 52 orang yang telah dilakukan klarifikasi dan juga pemeriksaan,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol. Agus Andrianto di Indramayu, Rabu (7/4/2021) dikutip dari Antara.

Dalam penanganan kasus ini, kata dia, kepolisian membuat laporan polisi model A atau kasus temuan agar penyelidikan kasus kebakaran empat tangki di kompleks kilang tersebut bisa segera dilakukan.

“Kami membuat laporan polisi model A karena sampai saat ini pihak Pertamina belum membuat laporan,” ujarnya.

Tanpa ada laporan, pihaknya tidak bisa memeriksa dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di empat tangki.

“Untuk itu, kami membuat laporan temuan dengan pasal persangkaan selama ini adalah karena kelalaian yang mengakibatkan kejadian kebakaran,” ungkap Agus.

Sebelumnya, Polres Indramayu telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang, yang terdiri dari sejumlah pegawai Pertamina dan warga setempat, terkait insiden itu .

“Ada lima karyawan yang sudah kami mintai keterangan, yang di bagian kesehatan, keselamatan dan keamanan lingkungan dan masyarakat setempat juga,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago, di Bandung, Senin (5/4).

Menurutnya, kepolisian belum masuk ke lokasi tangki yang terbakar untuk melakukan penyelidikan olah TKP. Pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Pertamina apakah aktivitas di kawasan tangki sudah bisa dilakukan.

“Di Balongan itu sudah padam, ini kami menunggu untuk bisa atau tidaknya dilakukan penyelidikan dari Pertamina dan dari pimpinan kami,” kata dia lagi.

Diberitakan, empat tangki Kilang Pertamina Balongan terbakar pada Senin (29/3) dini hari. Dari kejadian itu enam orang luka berat dan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Pihak Pertamina menduga insiden ini dipicu oleh sambaran petir. Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengaku tak mendeteksi aktivitas petir di lokasi saat kebakaran muncul.

Polisi sendiri sempat mendapat laporan kebocoran pipa pada tangki di kilang itu.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: