Senin , Juni 21 2021

Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto Sebut Dirinya ‘Penyembah Galon’

Komisaris Independen PT Pelni (Persero) Kristia Budhyarto saat berpose dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Jakarta (Riaunews.com) – Komisaris Independen PT Pelni (Persero) Kristia Budhyarto atau Dede Budhyarto belakangan menjadi sorotan publik setelah menyebut beberapa ulama yang diundang dalam pengajian BUMN itu terlibat radikalisme.

Tokoh Papua Christ Wamea turut menanggapi perilaku Kristia Budiyarto yang belakangan menyebut bahwa agama yang dianutnya adalah, “Penyembah galon”.

Ketika seorang netizen Twitter bertanya kepada Kang Dede, “Pak jujur pak. Bapak agamanya apa?”

Kristia Budiyarto pada Jumat (9/4/2021) kemudian menjawab, “Penyembah galon”

Jawaban Kristia Budiyarto tersebut langsung mendapat respons negatif dari tokoh Papua itu.

Menurutnya jawaban Kristia Budiyarto tersebut tidak beradab padahal sudah dikasih oleh negara jabatan yang cukup penting di BUMN.

“Tidak punya adab tapi dipake negara memimpin BUMN,” ucapnya dikutip dari akun Twitter @PutraWadapi, Minggu, 11 April 2021.

Sebelumnya Christ Wamea juga menyoroti Kristia Budiyarto yang kerap berpindah-pindah keyakinan.

Dia mengaku heran terhadap Kristia Budiyarto yang pernah mengaku sebagai Muslim pada tahun 2015 dan dua tahun kemudian berubah menjadi Katolik.

“Bocah ini agamanya tidak jelas kok menuduh ulama yang kompeten radikalisme,” kata Christ Wamea.

Dalam foto pertama tertanggal 7 Juni 2015, Kristia Budiyarto mengaku sebagai Muslim dan menyebut bahwa dalam setiap kitab agama di dunia tidak ada yang mengajarkan untuk mencari kesalahan orang lain.

“Saya sebagai Muslim meyakini tidak ada satu pun agama dalam kitab sucinya masing-masing yang mengajarkan untuk mencari-cari kesalahan orang lain,” kata Kristia Budiyarto dalam cuitannya pada 7 Juni 2015 silam.

Selanjutnya pada foto kedua, Kristia Budiyarto dengan jelas mengaku bahwa dirinya beragama Katolik.

Ucapan tersebut dilontarkan Kristia Budiyarto sebagai balasan cuitan yang ditulis oleh salah satu warganet yang membicarakan soal Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Saya Khatolik kk ndak mungkin saya menjelek2 kan Pastor yg sangat dihormati Pemenang Yap Tian Hiem Award. Saya ndak bisa sebutkan yg jelas OPM sdg framing berita itu,” kata Kang Dede.

Perlu diketahui, Kristia Budiyarto juga dikenal sebagai buzzer Joko Widodo-Maruf Amin pada Pilpres 2014 dan 2019.

Dia cukup dikenal di Twitter dengan nama akun @kangdede78. Kristia Budiyarto sudah aktif mendukung Jokowi sejak Pemilihan Gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama.

Kristia Budiyarto kemudian kembali menjadi relawan Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan Pilpres 2019.

Pada masa Pilpres 2019 lalu, Kristia Budiyarto berperan sebagai salah satu koordinator tim media sosial Jokowi-Ma’ruf.

Kristia Budiyarto yang terbilang populer di Twitter berperan sebagai buzzer pasangan Jokowi-Ma’ruf untuk mendulang suara para pengguna media sosial.

Hingga kemudian, Jokowi kembali terpilih pada periode ke dua, Kristia Budiyarto akhirnya diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pelni pada November 2020 oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Pengangkatan Kristia Budiyarto, sempat menjadi pro kontra di kalangan warga net. Kristia Budiyarto dianggap tidak memiliki kapabilitas, hanya bermodal dukungan ke Pemerintah. Namun begitu, Kristia Budiyarto Kini telah menjabat selama enam bulan.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: