Jumat , Juli 30 2021

Kritik Tjahjo Kumolo, Fadli Zon: Wacana Radikalisme Buat Prasangka dan Fitnah Tanpa Henti

Fadli Zon
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon.,

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota DPR RI Fadli Zon mengkritik pernyataan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo, yang menyebut bahwa pihaknya banyak kehilangan ASN yang pintar-pintar karena terpapar radikalisme.

Fadli Zon menyindir, jangan-jangan yang menilai radikalisme tak mengerti radikalisme itu apa.

“Harus dievaluasi, jangan2 yg nilai radikalisme tak mengerti radikalisme itu apa,” ucap politikus Partai Gerindra tersebut memlalui akun media sosial Twitter @fadlizon yang dipantau Riaunews.com, Senin (19/4/2021).

Ditambahkan anggota Komisi I ini, wacana radikalisme bisa membuat prasangka dan fitnah tak henti untuk membungkam kritik.

“Wacana radikalisme bisa membuat prasangka n fitnah tak henti, dijadikan alat bungkam kritik atau refleksi fobia Islam. Ini yg bikin demokrasi RI jeblok ke rangking 102,” cuitnya.

Diberitakan sebelumnya, Tjahjo Kumolo membeberkan fakta bahwa banyak orang pintar di lingkungan pemerintahan namun terpapar radikalisme.

Hal itu disampaikan Tjahjo saat menjadi penanggap rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) bertajuk ‘Tantangan Reformasi Birokrasi: Persepsi Korupsi, Demokrasi dan Intoleransi di Kalangan PNS’, Ahad (18/4).

“Kami banyak kehilangan orang-orang pintar yang seharusnya bisa duduk di eselon 1, yang dia seharusnya bisa duduk di eselon 2, yang seharusnya dia bisa Jadi Kepala Badan atau lembaga, tapi dalam TPA (Tes Potensi Akademik), dia terpapar dalam masalah radikalisme terorisme, ini tanpa ampun,” kata Tjahjo.

“Kami sudah ada datanya semua lewat medsosnya yang dia pegang, kedua lewat PPATK dan sebagainya, saya kira ini kita harus cermati secara bersama-sama,” sambung dia.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: