Selasa , Mei 18 2021

Ku Selalu Menantimu..

By Helfizon Assyafei

Adalah normal orang biasa ingin selfie dengan orang tidak biasa. Misalnya dengan pejabat, artis, ulama, olahragawan terkenal. Sebab orang tidak biasa itu punya nilai lebih dibanding dirinya. Minimal punya fans yang banyak. Foto itu setidaknya menaikkan citra dirinya. Bahkan jika kenaikan citra itu hanya 0,5 persen tak masalah. Yang penting dunia tahu. Ia tidak melewatkan momen penting itu.

Apalagi orang tidak biasa itu bersedia datang ke rumahnya, berbincang, makan bersama tentu ia akan berjuang menservis-nya biar orang tidak biasa itu bisa mendapatkan pelayanan terbaik. Penghormatan kita, layanan kita terhadapnya sangat tergantung seberapa banyak kita mengenalnya. Bukan seberapa banyak dia mengenal kita.

Mislanya Ustad Somad mungkin tidak mengenal saya. Tapi saya amat mengenalnya. Kalau saja dia mau bertamu jangankan ke rumah saya, ke masjid saya pun saya sudah amat bahagia. Bisa melihatnya, mendengar ceramahnya, menyalaminya jadilah. Apalagi kalau beliau mau pula singgah ke rumah misalnya. Tentu bahagia saya meningkat lagi dua kali lipat.

Dan tamu agung itu sudah diambang pintu kita. Ramadhan namanya. Adakah getar kerinduan itu ada di hati mu? Tamu yang diagungkan Allah dan diutusnya menemui kita yang hanya orang biasa yang penuh dosa dan kesalahan. Bukankah itu hadiah dari-Nya? Akankah kita biarkan dia berlalu? Atau akan kita servis kah dia dengan sepenuh jiwa?

Orang-orang soleh bila Ramadhan datang, mereka sudah menyiapkan diri. Memantaskan diri menyambutnya. Dengan membersihkan hati dan jiwanya dari sifat-sifat yang tidak disukai-Nya seperti iri, dengki, tamak, rakus, riya, dendam. Meminta maaf dan memberi maaf. Tamu yang datang suci maka kita yang didatanginya juga harus berupaya menyucikan jiwa dan raga agar layak bersamanya.

Saya ingat pesan tuan guru. Ramadhan itu adalah penambah umur. Saya bertanya, maksudnya? Umur dan usia beda. Usia adalah seberapa lama wakut engkau diberi hidup. Sedangkan umur seberapa banyak kebaikan yang engkau lakukan. Ada orang yang panjang usia sedikit umur (kebaikannya). Ada yang pendek usia tapi banyak umur (kebaikannya).

Ramadhan adalah saat-saat kebaikan dilipatgandakan oleh Allah. Jadi bagi mereka yang benar-benar memulikan bulan suci Ramadhan dan mengisinya dengan ibadah dan kebaikan (sedekah) semata mengharap ridho-Nya, maka kebaikan (umur) nya jadi berlipat ganda bertambahnya. Jadi Ramadhan bukan bulan biasa. Bulan agung. Bulan luar biasa. Maka perlakukan ia dengan luar biasa pula. Jika ibadah kita biasa di bulan biasa maka jadikan di bulan ini dengan cara luar biasa (sungguh-sungguh).

Teringat lagu Maher Zain.

Ku menantimu
Saban waktu
Bangkit jiwaku

Kau suluh hatiku
Dengan sinar
Kudus kasihmu

Ku harap kan terus
Bersamamu selamanya
Ramadhan, Ramadhan…

Pekanbaru, 11 April 2021 (H-1 Ramdhan)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: