Jumat , Juli 30 2021

Mendudukkan Makna Jihad Dalam Kacamata Islam

Alfiah S,Si.

Oleh : Alfiah, S.Si

Innalillahi wa innailailaihi raajiuun. Menjelang bulan suci Ramadhan publik dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri yang dilakukan di depan halaman gereja Katedral Makassar. Aksi tersebut terjadi pada Ahad, (28/3/2021) pagi sekitar pukul 10.30 WITA, mengakibatkan dua orang yang diduga pelaku tewas dan 20 orang luka-luka.

Ramai-ramai berbagai kalangan mengutuk perbuatan tersebut. Sore harinya, Presiden Jokowi langsung memberikan pernyataan resminya dengan mengatakan semua ajaran agama menolak terorisme. Malam harinya, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo telah berhasil mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri yaitu pasangan suami istri milenial yang baru menikah. Mereka disebut tergabung dalam Jemaah Ansharut Daulah (JAD). (cnnindonesia.com, 28/3/2021)

Setiap aksi bom bunuh diri atau perusakan tempat ibadah nonmuslim selalu arahannya ke kelompok Islam yang dicap radikal. Padahal, telah jelas dalam ajaran Islam, perbuatan tersebut terlarang dan merupakan dosa besar karena membunuh dirinya sendiri juga melukai banyak orang. Tindakan tersebut sangat keliru jika dianggap bagian dari ajaran Islam, apalagi sampai dikatakan jihad menjelang Ramadan. Oleh karenanya, tindakan tersebut pastilah dilakukan orang yang tak paham Islam.

Rasulullah SAW sendiri mencontohkan ketika berdakwah tak pernah melakukan aktifitas fisik atau kekerasan apalagi merusak tempat ibadah. Dalam suasana perang sekalipun, Rasulullah SAW senantiasa berpesan kepada para pasukan untuk tidak merusak tempat ibadah, membunuh anak-anak dan perempuan yang tidak bersalah, juga dilarang merusak lahan pertanian.

Nabi Muhammad SAW pernah berjanji kepada penduduk Kristen Najran. “Najran dan sekitarnya mendapatkan perlindungan Allah SWT serta jaminan Muhammad Rasulullah atas harta, agama dan biara-biara mereka serta seluruh yang ada di tangan mereka”. HR Ath Thabrani. Khaliffah Umar Bin Khattab ketika menaklukan Al Quds (Yerusalem) membuat perjanjian yang isinya adalah jaminan perlindungan pada umat Kristen dan tempat ibadah mereka. Gereja-geraja mereka tidak akan ditempati, dihancurkan atau dirusak. Demikian pula tempat ibadah lain, salib dan juga harta mereka.

Sultan Shalahuddin Al Ayubbi juga melakukan hal yang sama ketika berhasil merebut kembali Al Quds dari tangan pasukan salib. Umat Kristen dibiarkan hidup, padahal 88 tahun sebelumnya, ketika mereka merebut Al Quds, mereka membantai puluhan ribu umat Islam. Shalahuddin juga melarang umat muslim yang ingin menghancurkan gereja makam kudus yang menurut umat Kristen merupakan makam Yesus Kristus.

Sejarah telah membuktikan bahwa Rasulullah, para sahabatnya dan pemimpin umat Islam tidak pernah memaksa non muslim untuk memeluk Islam. Mereka juga melindungi hak beribadah, tempat-tempat ibadah non Muslim, sehingga mampu bertahan sampai detik ini di negeri-negeri Islam. Kekerasan apapun itu termasuk terorisme bukanlah ajaran Islam dan tak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Seharusnya, sikap kaum muslim terhadap peristiwa bom Makassar adalah prihatin dan mengutuk keras, serta harus ada upaya untuk meluruskan opini di tengah-tengah umat, yang seolah-olah mendiskreditkan ajaran Islam dengan mengatakan bahwa bom bunuh diri lahir dari ajaran Islam yang radikal.

Fokuslah Pada Persoalan Utama Negeri

Problem di negeri ini begitu besar dan bertumpuk menuntut untuk diselesaikan. Utang luar negeri yang terus membengkak misalnya, yang akan semakin menyengsarakan rakyat. Korupsi yang semakin menggurita juga seharusnya menjadi perhatian khusus. Banyak kebijakan yang mangkrak tersebab implementasinya selalu beriringan dengan korupsi.

Belum lagi impor pangan yang bertubi-tubi, telah menyengsarakan para petani yang memang sudah sangat miskin. Mulai dari impor beras, garam, gula, daging sapi, hingga jahe, menjadi paket komplit jatuhnya harga komoditas lokal. Lapangan pekerjaan pun semakin sempit lantaran kebijakan TKA yang semakin dipermudah. Jadilah jumlah pengangguran semakin tinggi yang akan menghantarkan pada tingginya tingkat kriminalitas. Sudahlah rasa lapar terus menghampiri, ditambah rasa tak aman yang terus menghantui.

Islam Umat Terbaik

Hari ini, agama Islam sedang diolok-olok, ajarannya dihinakan, ulamanya dikriminalisasi, ormasnya dibubarkan, umatnya dilabeli teroris. Sungguh malapetaka yang sangat pedih bagi Islam dan umatnya. Padahal, umat Islam telah Allah Swt. sematkan predikat umat terbaik, yang dengannya akan mampu menyelesaikan seluruh problem manusia.

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (QS Ali Imran: 110).

Demikianlah ketika umat Islam mengabaikan aktifitas dakwah (amar ma’ruf nahiy munkar) dan melalaikan hukum-hukum Islam maka kemalangan demi kemalanganlah yang akan dialami umat Islam.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: