Jumat , Juli 30 2021

Pada Ahad, Kasus Positif COVID-19 Riau Bertambah 404 Kasus

Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Kesehatan provinsi Riau melaporkan, pada Ahad (25/4/2021), terjadi penambahan 404 kasus terkonfirmasi COVID-19. Kabar baiknya, terdapat penambahan 224 pasien yang dinyatakan sembuh.

Adapun daerah sebaran kasus positif COVID-19 di provinsi Riau yaitu, Pekanbaru tercatat 145 kasus, Bengkalis 32 kasus, Inhil 4 Kasus, Inhu 6 kasus, Kampar 33 kasus, dan Kepulauan Meranti 1 kasus.

Kemudian, Dumai 62 kasus, Kuansing 17 kasus, Pelalawan 6 kasus, Rohil 27 kasus, Rohul 20 kasus, Siak 39 kasus dan luar provinsi Riau tercatat 11 kasus.

“Terdapat penambahan 404 kasus Terkonfirmasi COVID-19. Total kasus terkonfirmasi 41.694 kasus. Kabar baiknya, terdapat penambahan 224 pasien sembuh. Total pasien sembuh sebanyak 36.855 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Hj Mimi Yuliani Nazir, Ahad (25/4) di Pekanbaru.

Mimi juga mengungkapkan kabar duka, terdapat penambahan 8 pasien dinyatakan meninggal dunia karena COVID-19. Sehingga total saat ini mencapai 1.024 orang.

“Dari total terkonfirmasi 41.694 kasus. Dengan rincian isolasi Mandiri 2.977 orang, rawat di RS 838 orang, sembuh 36.855 orang dan 1.024 meninggal dunia,” ungkap Mimi.

Mimi menuturkan, selagi masyarakat tidak patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan, maka akan tetap kasus terkonfirmasi positif mengalami kenaikan. Selain itu pemerintah daerah melalui Satgasnya lebih ketat dalam pengawasan kasus positif.

“Tidak ada jalan lain lagi, masyarakat patuhi protokol kesehatan. Bagi Kabupaten Kota, pengawasan di lapangan harus ditingkatkan, kami setiap hari mengingatkan kepada masyarakat, patuhi protokol kesehatan,” ujar Mimi Yuliani Nazir.

Sementara itu, Ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, dengan adanya peningkatan kasus tersebut, maka pihaknya meminta agar pemerintah kabupaten/kota untuk dapat menyediakan ruang ICU. Hal ini agar pasien tidak tertumpuk di Pekanbaru.

“Pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota harus menambah ruang ICU. Karena selama ini pasien banyak tertumpuk di Pekanbaru,” kata dr Wildan.

Dikatakan dr Wildan, akibat terjadinya peningkatan kasus dalam lima hari terakhir, beberapa ruang ICU di Pekanbaru mulai penuh. Bahkan sudah ada yang terisi 100 persen.

“Ini masalah serius, dan bisa meningkatkan kematian bila ada pasien gawat darurat terlambat dapat fasilitas ICU,” ujarnya.***

Sumber: Media Center Riau

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: