Senin , Agustus 2 2021

Sri Mulyani Pede Kenaikan Ekonomi China Akan Angkat Pertumbuhan RI

Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan lonjakan ekonomi China berpotensi mengerek pertumbuhan ekonomi global. Hal ini menurut perkiraannya juga akan dirasakan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Angka pemulihan yang kuat, China pada kuartal I 2021 tumbuh 18,3 persen, sehingga ini menggambarkan, setiap China tumbuh tinggi berpotensi menarik perekonomian dunia,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers, Kamis (22/4/2021).

Indonesia sendiri sudah merasakan dampak dari pertumbuhan ekonomi China. Hal itu terlihat dari kenaikan ekspor per Maret 2021.

“Pemulihan ekonomi China menarik, seluruh kegiatan ekspor dunia juga kuat. Tren dari aktivitas perdagangan internasional ditunjukkan dengan pertumbuhan ekspor yang mencapai 30 persen,” jelas Sri Mulyani, sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com.

Kenaikan ekspor Indonesia yang sebesar 30 persen tersebut, sambung Sri Mulyani, menggambarkan bahwa pemulihan ekonomi cukup terjaga. Perdagangan antar negara mulai menggeliat kembali.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Indonesia surplus sebesar US$1,57 miliar secara bulanan (month to month/mtm) pada Maret 2021. Realisasi itu lebih rendah dari surplus US$2 miliar pada Februari 2021, tapi masih lebih tinggi dari surplus US$743 juta pada Maret 2020.

Secara total, akumulasi surplus neraca dagang Indonesia mencapai US$5,52 miliar pada Januari-Maret 2021. Nilainya lebih tinggi dari surplus US$2,62 miliar pada Januari-Maret 2020.

Surplus neraca dagang terjadi lantaran nilai ekspor mencapai US$18,35 miliar pada Maret 2021 atau naik 20,31 persen dari US$15,27 miliar pada Februari 2021. Sementara, nilai impor hanya sebesar US$16,79 miliar.

Diketahui, ekonomi China tumbuh hingga 18,3 persen pada kuartal I 2021. Angka ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tajam usai dihantam pandemi corona.

China juga menjadi menjadi satu-satunya negara yang tumbuh positif pada 2020. Saat itu, pertumbuhan ekonomi China didukung oleh aktivitas industri dan ekspor yang lebih baik dari perkiraan ketika virus melanda pasar di seluruh dunia.

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: