Ucapkan Duka Cita Ke Warga NTT, Moeldoko Masih Mengaku Sebagai Ketum Demokrat

Moeldoko saat didapuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat saat KLB tak sah di Sibolangit, Deli Serdang, 5 Maret 2021.

Jakarta (Riaunews.com) – Meski kepengurusan Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang sudah ditolak Menteri Hukum Dan HAM, Yasonna Laoly, Moeldoko belum menyerah. Dia masih berani menempelkan jabatan Ketua Umum partai berlambang mercy itu.

Sikap Moeldoko itu diketahui saat menyampaikan ucapkan duka untuk korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pesan ucapan duka itu disebar oleh Juru bicara Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, melalui pesan WhatsApp kepada wartawan. Dalam ucapan duka itu, Moeldoko mengatasnamakan dirinya sebagai Ketum Demokrat. Bukan sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

“Saya Dr. Moeldoko, Ketua Umum DPP Partai Demokrat beserta keluarga besar PD di seluruh Tanah Air menyampaikan duka cita mendalam kepada saudara-saudari kami di NTT dan NTB yang tertimpa musibah bencana alam. Marilah kita bahu membahu meringankan beban mereka yang ditimpa musibah ini,” begitu bunyi pesan yang disampaikan Moeldoko, dilansir Wartaekonomi.co.id.

Moeldoko juga mengapresiasi langkah strategis yang sudah diambil oleh pemerintah dengan mulai mendistribusikan bantuan dan mendirikan posko bantuan, serta mengadakan tempat penampungan sementara bagi warga yang rumahnya rusak akibat dihantam banjir bandang.

“Partai Demokrat, siap bahu-membahu bersama pemerintah dalam membantu korban bencana alam di NTT dan NTB,” begitu lanjutan ucapan Moeldoko yang disebar Rahmad itu.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: