Selasa , September 21 2021

4 Gelar dari Spain Masters Buah Strategi Jitu PBSI

Ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas juara di Spain Master 2021.

Jakarta (Riaunews.com) – Keberhasilan Indonesia membawa pulang empat gelar juara dan dua runner up dari turnamen badminton Spain Masters 2021 disebut Kabid Binpres PBSI, Rionny Mainaky, sebagai strategi jitu dari kebijakan yang dibuat PP PBSI.

Rionny mengatakan PBSI membuat kebijakan khusus dalam pengiriman pemain ke Spain Masters 2021 yang merupakan turnamen berhadiah total US$ 140 ribu.

“Saya melihat turnamen ini berdekatan dengan India Terbuka, Malaysia Terbuka, dan Singapura Terbuka jadi rasanya pemain-pemain top akan pergi ke tiga turnamen itu, bukan ke Spanyol. Jadi kami menyiapkan Spain Masters sebagai ajang unjuk gigi pemain-pemain pelapis untuk menambah jam terbang dan pengalaman mereka,” kata Rionny dilansir situs resmi PBSI, Senin (25/5/2021).

Pemain-pemain muda yang diberangkatkan disebut memiliki motivasi tinggi untuk bisa menunjukkan kemampuannya dan berprestasi di Spanyol Masters 2021.

“Dan mereka kelihatannya memiliki motivasi yang tinggi untuk berprestasi. Dari latihan sudah terlihat, mereka serius, dan ngotot. Hasil ini membuktikan mereka punya kualitas yang sangat bagus. Ke depan dengan latihan terus yang rajin, saya percaya mereka bisa sukses ke level atas,” ujarnya melanjutkan.

Empat gelar juara dipersembahkan Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (ganda putra), Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti (ganda putri), dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (ganda campuran).

Sementara gelar Chico Aura Dwi Wardoyo dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menempati posisi runner up di sektor tunggal putra dan ganda putra.

Capaian ini menjadi ukiran sejarah bagi tim Indonesia. Untuk kali pertama sejak BWF World Tour diresmikan tahun 2018, atlet-atlet Merah Putih bisa tampil di semua sektor pada laga final.

Selain itu, keberhasilan Putri KW menjadi pelepas dahaga gelar tunggal putri Indonesia di level Super 100 ke atas setelah Fitriani di Thailand Masters 2019.

“Puji Tuhan kita sukses besar di Spanyol dengan menempatkan enam wakil ke final dan merebut empat gelar juara. Saya bangga dan mengapresiasi pencapaian mereka. Mereka membuktikan mampu untuk menjadi pelapis senior-seniornya,” ucapnya.

Di sisi lain, menurut Rionny prestasi membanggakan tersebut tidak harus terlalu dibesar-besarkan. Ia juga sudah berpesan kepada para pemainnya untuk tidak cepat berpuas diri.

“Jalan mereka masih sangat panjang. Saya ingin mereka tidak mudah puas. Jadi kemenangan ini hendaklah tidak disikapi secara berlebihan. Masih banyak yang harus dikejar di depan, beban akan semakin berat jadi tetap giat berlatih. Yakinkan kalau ini masih awal dari gelar-gelar juara berikutnya,” ungkap Rionny.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: