Sabtu , September 18 2021

Hamas Balas Serangan Israel dengan Menembakkan 200 Tembakan Roket

Hamas meluncurkan ratusan roket wilayah Israel sebagai balasan serangan udara negara Yahudi tersebut ke Jalur Gaza, Palestina.

Jalur Gaza (Riaunews.com) – Faksi Palestina penguasa Jalur Gaza, Hamas, menyatakan telah menembakkan lebih dari 200 roket ke Israel sebagai pembalasan atas serangan di sebuah blok menara di Gaza.

Dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Rabu (12/5/2021), Hamas menembakkan 110 roket ke arah Kota Tel Aviv dan 100 roket ke arah Beersheva.

“Itu sebagai pembalasan atas dimulainya kembali serangan kepada rumah-rumah masyarakat,” tulis pernyataan tersebut.

Lihat juga: Bentrokan Memanas, Israel Tetapkan Lod Dalam Kondisi Darurat

Sirene langsung terdengar di kedua tempat tersebut tak lama setelah pengumuman itu. Pasukan Pertahanan Israel mengungkapkan masyarakat di Tel Aviv langsung dibangunkan dan dilarikan ke tempat penampungan yang aman dari bom.

Sebelumnya, Hamas melaporkan kehancuran gedung sembilan lantai di pusat Gaza. Saksi mata mengatakan beberapa rudal menghantam gedung, rumah, pertokoan, dan saluran televisi lokal.

Hamas juga telah mengklaim bahwa mereka menembakkan 137 roket dalam kurun lima menit ke arah Ashkelon pada Selasa (11/5) sore.

Setelah itu, Hamas juga mengklaim menembakkan 130 roket ke arah Ibu Kota Israel, Tel Aviv. Serangan itu sempat membuat bandara internasional Israel, Ben Gurion, menghentikan sementara semua penerbangan.

Tembakan roket terbaru dilakukan setelah tembakan pada malam hari di Tel Aviv menewaskan satu orang. Sejak Senin (10/5), tiga orang Israel tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan roket dari Jalur Gaza.

Sementara itu, setidaknya 32 warga Palestina telah tewas oleh serangan Israel, termasuk 10 anak-anak, dan lebih dari 220 lainnya terluka.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Hamas “akan membayar harga mahal atas perang ini. Darah mereka akan tertumpah.”

Suasana di kawasan kembali panas pada Senin, tepatnya ketika warga Israel menyatakan ingin memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk memperingati pendudukan wilayah Yerusalem.

Kepolisian Israel sebenarnya sudah melarang warga ke kompleks masjid karena sedang Ramadan. Mereka pun menutup Masjid Al-Aqsa.

Pendudukan itu sendiri tidak diakui oleh komunitas internasional. Ratusan warga Palestina lantas menyambangi Masjid Al-Aqsa dan dilaporkan melempari batu ke arah petugas keamanan.

Bentrokan antara warga Palestina dan aparat Israel pun tak terbendung.***

Sumber: CNN Indonesia

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: