Jumat , Oktober 29 2021

Ini Kronologi Supir Truk Duduk dan Minum di Depan Jasad Majikan yang Dibunuhnya

Pembunuh atasan di PT VDNI kawasan industri Morosi tatap korban sambil minum air. (Foto: istimewa)

Konawe (Rianews.com) – SD (29), seorang sopir truk di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (21/05/2021).terlihat duduk sambil minum di sebelah mayat atasannya, SJ (43) yang tewas setelah ia tikam dengan badik pada Jumat (21/5/2021).

SD adalah sopir perusahaan tambang nikel di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Sementara SJ adalah atasan SD yang berprofesi sebagai kepala pengawas di divisi perusahaan industri smelter.

Dalam foto maupun rekaman video yang yang beredar, pelaku duduk sambil minum di sisi kanan korban yang sudah bersimbah darah.

Pada tangan kiri pelaku terlihat memegang botol minuman, sedangkan senjata tajam jenis badik yang dipakai menikam korban di tangan kanannya.

Diduga karena sakit hati

Kasus pembunuhan tersebut berawal saat mobil yang biasa digunakan oleh SD rusak dan hendak diperbaiki.

SD kemudian membawa mobil lain yang bukan dari unitnya tanpa koordinasi dengan pengawas dan kepala pengawas.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Konawe AKP Mochammad Jacub Kamaru, dalam aturan internal perusahaan, hal tersebut tidak dibenarkan.

“Di dalam aturan internal perusahaan, hal demikian tidak dibenarkan,” kata Jacub melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (22/5/2021) sore.

Lalu SJ memanggil pelaku melalui ponsel untuk menghadapnya. Setelah bertemu, SD ditegur dan dimarahi oleh SJ.

Setelah itu SJ meninggalkan areal parkiran tempat ia bertemu atasannya. Tak lama kemudian, SD ternyata kembali sambil membawa badik dan langsung menikam atasannya.

Korban pun langsung tersungkur bersimbah darah dan dari video yang beredar,usai menusuk atasannya, pelaku duduk diam lalu minum di sebelah mayat korban.

Polisi kemudian ke lokasi kejadian, dan langsung menangkap pelaku. SD kemudian dibawa ke Polsek Bondoala, kemudian dipindahkan ke Polres Kendari untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Sementara kami sangkakan pasal 351 dan kami sangkakan juga pasal 338 tindak pidana pembunuhan,” jelas Jacub.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan badik sepanjang 12-15 sentimeter yang digunakan untuk menikam korban.

Sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk dilakukan otopsi.

Dokter forensik RS Bhayangkara Kendari Raja Al Fath menjelaskan, korban sudah meninggal saat dibawa ke rumah sakit.

“Korban meninggal karena mengalami pendarahan hebat akibat luka tusuk senjata tajam pada kepala belakang. Kemudian di leher dan wajah,” ujar Raja.***

 

Sumber: Kompas

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: