Sabtu , Juli 31 2021

Ini Tampang Mantan Anggota DPRD yang Jadi Otak Teror Kepala Anjing

Yose Saputra, mantan anggota DPRD Pekanbaru yang menjadi otak pelaku teror kepala anjing. (Foto: Detik)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Polisi menangkap mantan anggota DPRD Pekanbaru, Yose Saputra, terkait kasus dugaan teror kepala anjing ke rumah pejabat Kejaksaan Tinggi Riau, Muspidauan. Dia diduga sebagai penyandang dana teror itu.

“Yose Saputra ini pelaku terakhir. Pelaku ditangkap setelah empat orang eksekutor ditangkap lebih dulu dan tiga sudah tahap II di Kejaksaan,” kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang kepada wartawan, Senin (31/5/2021).

Yose ditangkap di Padang, Jumat (28/5). Penangkapan dilakukan setelah empat eksekutor ditangkap lebih dulu.

Nandang mengatakan Yose Saputra sempat melakukan rapat di kantor LAM Pekanbaru sebelum teror dilakukan. Yose meminta para eksekutor melakukan teror karena ada Musyawarah Daerah Luar Biasa Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru.

“Mereka sempat rapat, kalau istilah pidana itu ada pemufakatan jahat. Jadi mereka ini melakukan pemufakatan jahat sebelum teror, Yose ini bilang ‘Kalau Muspidauan Ketua LAM, nanti kalian tidak dipakai lagi’,” kata Nandang.

Setelah melakukan bujuk rayu, Yose meminta para eksekutor melakukan teror. Anggota DPRD Pekanbaru periode 2009-2014 dan 2015-2019 itu memberikan modal dan upah untuk melakukan teror.

“Setelah beraksi, para eksekutor melapor kalau tugas sudah selesai. Lalu Yose ini kabur, sementara eksekutor empat orang telah kita tangkap lebih dulu. Terkait dana berapa untuk para eksekutor masih kami dalami,” katanya.

Sebelumnya, aksi teror terjadi terhadap tiga pejabat di Riau dalam rentetan waktu bersamaan. Teror pertama terjadi terhadap Ketua NU Rusli Ahmad. Rumahnya dicoret kata-kata kasar pada 3 Maret 2021.

Teror kemudian terjadi di rumah Kasi Penkum Kejati yang juga Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru, Muspidauan, pada Kamis (5/3) malam. Rumahnya dilempari kepala anjing.

Teror juga terjadi di rumah Sekretaris LAM Riau Nasir Penyalai. Setelah diusut, kasus ini rupanya berawal dari Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru. Dalam musdalub itu, Muspidauan terpilih sebagai Ketua. Tiga tersangka sudah ditangkap lebih dulu.***

Sumber: Detik

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: