Minggu , September 19 2021

Niat dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Shalat gerhana (ilustrasi)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Besok, Rabu (26/5/2021), sebagian besar masyarakat di Tanah Air bisa menyaksikan fenomena alam gerhana bulan total.

Saat terjadi gerhana, baik gerhana matahari atau bulan, umat Islam disunnahkan untuk mengerjakan shalat gerhana.

Dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslim, ketika terjadi Gerhana Bulan, shalat yang dikerjakan dinamakan shalat Khusuf.

Waktu pelaksanaan shalat Khusuf, dimulai saat terjadi Gerhana Bulan sampai dengan Bulan terbit kembali atau sampai tampak secara utuh.

Sebelum mengerjakan sholat Gerhana Bulan, harus diawali dengan bacaan niat shalat Gerhana Bulan.

Berikut bacaan niat shalat Gerhana Bulan:

Niat Shalat Gerhana Bulan Berjamaah

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ.

Niat Shalat Gerhana Bulan Sendirian

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

 

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Untuk pengerjaan shalat Gerhana Bulan, terdapat perbedaan dengan sholat wajib atau shalat sunnah lainnya.

Berikut tata cara sholat Gerhana Bulan yang dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslim:

– Pertama, shalat dua rakaat seperti shalat biasa atau sholat sunnah yang lainnya.

– Kedua, shalat dua rakaat tersebut dilakukan dengan 4 kali membaca al-Fatihah, 4 kali rukuk, 4 kali iktidal, dan 4 kali sujud.

Berikut caranya:

a. Setelah rukuk dan iktidal di rakaat pertama, shalat ini tidak langsung sujud, akan tetapi membaca surah al-Fatihah dan surah (atau ayat al-Qur’an).

b. Setelah itu, rukuk dan iktidal seperti biasa.

c. Setelah iktidal yang kedua inilah sujud dilakukan.

d. Untuk rakaat kedua, sama dengan rakaat pertama.

Sehingga, jumlah al-Fatihah, rukuk, dan iktidal dalam dua rakaat shalat gerhana ini adalah berjumlah 4 kali.

– Dalam shalat gerhana bulan disunnahkan untuk mengeraskan bacaan.

– Lebih diutamakan untuk dikerjakan di masjid secara berjamaah.

– Setelah shalat, imam membaca dua kali khotbah seperti khotbah pada shalat Jumat.

Imbauan Kemenag

Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam agar melakukan shalat sunnah gerhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kami mengimbau kaum muslimin agar melakukan shalat gerhana,” jelas Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin di Jakarta, Senin (24/5/2021), dikutip dari laman resmi Kemenag.

Menurutnya, sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, umat Islam dianjurkan melakukan shalat gerhana, walaupun dalam posisi gerhana bulan sebagian.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, doa, istighfar, taubat, sedekah, dan amal-amal kebajikan lainnya.

“Mempertimbangkan waktu terbit bulan di masing-masing daerah, maka Salat Gerhana bisa dilakukan pada rentang setelah shalat maghrib sampai selesai gerhana sesuai dengan waktu di atas,” kata Kamaruddin.

“Karena masih pandemi, shalat gerhana agar diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan disiplin 5M: mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan,” lanjutnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: