Senin , September 20 2021

Perisai Untuk Palestina

Seorang perempuan tua Palestina tetap bersekukuh meski di tengah ancaman pihak Israel yang akan menggusur tempat tinggalnya. (Foto: AP)

Oleh: Alfisyah Ummu Arifah S.Pd

Genjatan senjata pada jumat 21 Mei 2021 kemarin di khianati kembali. Nampaknya memang Israel tak bisa memegang janjinya. Sejak dulu memang begitulah tabiat mereka. Bahkan juga sikap terhadap para Nabinya.

Status tanah wakaf kharajiyyah yang disandang Palestina ini memang spesial. Sebab sejak diserahkan dari Romawi dalam perjanjian Umariyah itu status tanah ini berbeda dengan tanah indonesia, malaysia dan lainnya.

Allah sebagai pencipta alam ini pun sudah mewasiatkan di dalam Al-Qur’an tentang status tanah ini. Status yang hanya boleh ditempati kaum muslimin dan kaum yang lain selain Yahudi. Surat Albaqoroh 191 memuat hal ini secara jelas. Bahkan perintah membunuh mereka jika mereka melakukan penganiayaan dan penjajahan.

Oleh karena itu sejak perjanjian umariyah, kaum nasrani meminta dalam salah satu point perjanjian tersebut agar yahudi dilarang bermukim di tempat ini. Namun sistem Kapitalisme telah membuat perisai penjaga palestina itu hancur dan musnah. Wajar jika Palestina kini dianaya sesuka mereka sebab tiada lagi yang membela.

Terakhir kali pembelaan datang dari sultan Abdul Hamid II . Yahudi pun tak berani bertindak macam-macam.

Namun setelah perisai bernama Khilafah itu dimusnahkan. Jengkal demi jengkal wilayah palestina direbut paksa oleh entitas yahudi yang di back up oleh Amerika serikat dan sekutunya. Kini negara-negara yang sebelumnya menjadi pembela palestina pun berubah arah bersama negara polisi dunia itu. Itulah yang terjadi.Adapun kecaman hanya tinggal kecaman saja. Tak berarti apa-apa. Daripada tak mengecam sama sekali.

Begitu juga solusi Two nation state yang ditawarkan negara-negara di dunia ini bukan merupakan solusi tang benar. Selain karena itu menyalahi hukum internasional tentang status tanah palestina. Juga akan membiarkan kezaliman yahudi terap ada bahkan semakin merajalela. Oleh karena itu solusi inj merugikan bangsa palestina. Melanggar hak azasi mereka. Sebagai pemilik Tunggal tanah ini. Juga semakin mengokohkan penjajahan.

Padahal penjajahan di atas dunia harus segera dihapuskan dan ditiadakan. Namun kapitalis global tidaklah benar memegang komitmennya.Tetap saja penjajahan terjadi di bumi ini.Tak ada satu negara lain pun yang membela mereka dengan mengirimkan pasukan militer untuk membantu dalam serangan yahudi yang tiada henti itu.

Meskipun sesungguhnya obat-obatan, pakaian, makanan dibutuhkan namun tidak menyentuh akar masalah yang sebenarnya. Sebab keberadaan yahudi itulah yang menjadi sebab atas semua kezholiman ini. Jika mereka tiada di bumi palestina ini, maka niscaya palestina akan aman dan damai.

Namun memang pengiriman pasukan terhadap pakestina tak akan bisa dilaksanakan. Sebelum negara perisai itu ada. Negara yang dipimpin para kholifah penjaga kaum muslimin. Penjagaan yang luar biasa sebagaimana yang diamanahkan Allah dalam Al-Qur’an dan Assunnah. Perisai itu bernama khilafah dan pemimpinnya bernama kholifah. Inilah semestinya yang menjadi solusi paling jitu atas masalah yang tak pernah usai ini. Dakwah untuk mewujudkannya adalah kewajiban. Insyaa Allah Palestina tak lagi dalam ancaman.***

Penulis merupakan Guru dan Pegiat Literasi Islam

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: