Jumat , September 17 2021

Polisi Diminta Bebaskan 17 Orang Peserta Aksi Bela Palestina

Polisi menangkap belasan massa yang mengikuti aksi Bela Palestina di Jakarta, karena dianggap sebagai provokator. (Foto: Detik)

Jakarta (Riaunews.com) – Salah satu inisiator aksi bela Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat Blok Politik Pelajar (BPP) meminta agar 17 orang yang ditangkap saat mengikuti demonstrasi tersebut dibebaskan.

Anggota BPP Iqbal Ramadhan meminta agar Polda Metro Jaya segera membebaskan mereka.

“Salah satunya adalah Muhammad Khatami Aji dari Blok Politik Pelajar (BPP),” kata Iqbal dalam keterangan resminya, Jumat (21/5) malam.

Menurut Iqbal, Aji ditangkap saat hendak membakar bendera Israel. Pihak kepolisian, kata Iqbal, langsung menangkap rekannya itu tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu.

Aji merupakan massa aksi yang mengenakan setelan merah dan menggunakan topeng Salvador Dali dalam serial film Money Heist.

Iqbal menilai penangkapan itu tidak sesuai dengan kebebasan berpendapat.

“Karena tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan prosedur semestinya seperti peringatan atau himbauan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iqbal mempertanyakan alasan polisi menangkap Aji. Menurutnya, jika Aji ditangkap karena membakar bendera Israel, selama ini konstitusi Indonesia tidak menganggap Israel sebagai negara yang berdaulat.

“Kami mempertanyakan sikap kepolisian yang justru melakukan penangkapan kepada aksi yang sebenarnya membakar simbol negara yang dianggap tidak ada berdasarkan konstitusi,” kata Iqbal.

Aji ditangkap ketika hendak membakar bendera Israel. Mulanya Aji hendak membakar bendera Israel di atas mobil komando. Karena terus tertiup angin, ia turun dari mobil dan melanjutkan upaya pembakaran bendera itu.

Belum sempat terbakar, Aji didatangi beberapa aparat. Ia lantas diseret petugas ke dalam mobil tahanan.

Sebelumnya, belasan peserta aksi bela Palestina diamankan polisi. Sekitar 12 massa aksi dari kader HMI ditangkap setelah berdemonstrasi di simpang tiga Jalan Rais Ridwan dan Jalan Medan Merdeka Barat.

Beberapa jam sebelum peristiwa tersebut, polisi memang sempat memarahi salah satu massa aksi yang menyalakan suar. Kabagops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Guntur Muhammad Thariq lantas naik ke atas mobil pengurai massa (Raisa).

“Teman-teman sekalian saya peringatkan, tidak ada aksi pembakaran, saya peringatkan. Tolong koordinator lapangan itu massanya ditertibkan. Buktikan kalau aksi ini aksi damai,” kata Guntur dengan berteriak, Jumat.***

Sumber: CNN Indonesia

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: