Sabtu , September 18 2021

Sakit Keras, Pak Ogah Dirawat di Rumah Karena Tak Punya Biaya

Pak Ogah
Abdul Hamid pemeran Pak Ogah saat berdoa didepan makam sahabatnya, Raden Soejadi atau lebih dikenal Pak Raden ketika sudah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2015). (Foto: Tribunnews)

Bandung (Riaunews.com) – Pak Ogah mengalami penyumbatan pembuluh darah di otaknya dan sempat dirawat selama 10. Tapi sebelumnya, pemilik nama asli Abdul Hamid ini menolak dirawat karena tak memiliki biaya.

“Akhirnya dipaksa dibawa ke rumah sakit. Pas di rumah sakit itu, dia harus dirawat, tapi nggak mau dirawat. ‘Nanti uang dari mana? BPJS saya mati, kalau bayar mahal’,” kata istri Pak Ogah, Yuyun Widayanti menirukan pernyataan sang suami, saat ditemui di kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021).

Meski begitu, Yuyun Widayanti tak menghiraukan pernyataan Pak Ogah. Dengan inisiatifnya, Yuyun menyetujui saran umah sakit untuk merawat sang suami.

“Dia bangun, dia bilang gak mau dirawat, kemudian saya dipanggil lagi sama dokter. ‘Kalau memang nggak mau dirawat, ibu harus bikin surat perjanjian, karena ini harus dirawat’,” ujar Yuyun.

Karena Pak Ogah memaksa untuk tetap pulang, pihak rumah sakit pun tak bisa berbuat apa-apa. Dokter pun kemudian memberikan sejumlah obat untuk lelaki 74 tahun ini.

“Setelah dua hari di rumah, dia pingsan. Lalu kebetulan dia nggak keluar, dia dibawa ke rumah sakit dan langsung pasang semua peralatan medis. Dia sudah pasrah, sudah enggak kepikiran uang dari mana. Akhirnya selama 10 hari dia dirawat,” imbuh Yuyun.

Namun karena kondisinya tak berangsur membaik, Pak Ogah pun mulai stres dirawat di rumah sakit. Ayah empat anak ini bahkan sering ngamuk dan mencopot beberapa selang infus yang menancap di tubuhnya.

“Dia ngamuk, ‘ini enggak bagus, ini enggak bagus’. Karena yang dia pikirin itu bagusnya itu kalau dia suaranya ada,” kata Yuyun dikutip dari Suara.com

Setelah itu, Pak Ogah kemudian menjalani perawatan di rumah. Beruntung, ada seorang yang baik dan memberikan uang untuk Pak Ogah berobat. Tapi Pak Ogah menolak berobat ke rumah sakit dan memilih berobat di pengobatan alternatif.

“Kebetulan kemarin itu ada anak angkat yang baik lah sama dia. Dikasih untuk pengobatan, akhirnya selama sebelum lebaran itu saya ke sinse,” ujar Yuyun.

Tak hanya itu, Yuyun juga mengundang beberapa orang guru ngaji ke rumahnya. Dia berharap cara tersebut mampu menenangkan kondisi mental Pak Ogah yang kerap marah jika demamnya kambuh.

“Saya bikin pengajian dan undang kiai tiap hari. Karena kalau hari ini lagi bagus kondisinya, biasanya parah banget untuk bicaranya juga susah banget. Sampai sekarang nggak ke dokter,” kata Yuyun menutup.***

Sumber: Suara

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: