Sabtu , Juli 31 2021

Salah Paham, Menkes Minta Maaf ke Pemda DKI

Budi Gunawan Sadikin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan permintaan maaf karena menyebut DKI Jakarta sebagai provinsi terburuk dalam menangani pandemi Covid-19. Dia mengatakan telah terjadi kesalahpahaman penilaian.

“Saya sampaikan permohonan maaf dari saya pribadi Menteri Kesehatan atas kesimpangsiuran berita yang tidak seharusnya terjadi,” kata Budi melalui konferensi video, Jumat (28/5/2021).

Budi menjelaskan pemberian nilai E terhadap kualitas penanganan pandemi DKI Jakarta bukan penilaian yang diberikan pihaknya terhadap kinerja pemerintah provinsi tersebut.

Ia mengatakan nilai tersebut sesungguhnya adalah indikator risiko berdasarkan analisa internal Kemenkes yang digunakan untuk melihat laju penularan Covid-19 dan respons pemerintah provinsi.

“Untuk melihat laju pernularan pandemi dan bagaimana respn dan kesiapan masing-masing daerah, baik itu kabupaten, kota, provinsi, sehingga kita lihat intervensi dan bantuan apa yang [butuh] dilakukan,” tuturnya.

Budi menyampaikan secara pribadi sudah melihat tabel penilaian kualitas penanganan pandemi tersebut sekitar satu bulan lalu dan membahasnya bersama jajaran Kemenkes.

Dari tabel tersebut, ia mengatakan Kemenkes berupaya mempelajari penerapan kebijakan dan simulasi yang cocok untuk mengantisipasi lonjakan kasus di daerah, mulai dari level kabupaten, kota, hingga provinsi.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkap tabel penilaian kualitas penanganan pandemi untuk 34 provinsi pada Rapat Kerja bersama Komisi IX di Komplek DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/5).

“Ada beberapa daerah yang masuk kategori D, dan ada yang E seperti Jakarta. Tapi ada juga yang masih di C,” kata dia

Dalam paparan yang disampaikan Dante, Jakarta mendapat nilai E dengan tolak ukur transmisi komunitas di level 4 dan respons yang masih terbatas.

Transmisi komunitas di level 4 artinya DKI melaporkan lebih dari 150 kasus per 100 ribu penduduk per minggu, merawat lebih dari 30 pasien per 100 ribu penduduk per minggu, dan melaporkan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk per minggu.

Menanggapi hal tersebut, Wakil GubernurDKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan angka laju penularan Covid-19 maupun kapasitas keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di DKI Jakarta mengalami kurva penurunan belakangan ini.

“Jakarta sangat serius dan sungguh-sungguh dalam pengendalian Covid. Alhamdulillah kita lihat bersama angkanya cukup landai tak ada peningkatan signifikan,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (28/5).***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: