Jumat , September 17 2021

‘Salam Sayang’ Busyro ke Ngabalin: Tak Ada Manfaat Menanggapi Pada yang Tuna Adab dan Tata Krama

Busyro Muqoddas
Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas.

Jakarta (Riaunews.com) – Ali Mochtar Ngabalin menyebut Busyro Muqoddas berotak sungsang. Menanggapi pernyataan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) itu, Busyro malah menyampaikan salam.

“Salam sayang saja,” kata Busyro saat dimintai tanggapan soal pernyataan Ngabalin, Jumat (14/5/2021) malam.

Ngabalin menyebut Busyro berotak sungsang dalam kaitannya dengan isu KPK. Busyro mengkritik kondisi terkini KPK. Belakangan, Busyro yang merupakan mantan Ketua KPK ini vokal bicara soal 75 pegawai KPK yang mendapat hasil tidak memenuhi syarat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Busyro yang merupakan Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini merasa tidak ada manfaatnya menanggapi terlalu banyak.

“Saya akan tetap berhikmat membersama 75 pegawai KPK yang dizalimi itu bersama tokoh, aktivis, dan pegiat masyarakat sipil lainnya yang itu bermakna luhur mulia untuk menolong rakyat korban kezaliman struktural yang semakin tandus dari kejujuran, dan terus dalam kubangan limbah politik tuna adab dan tata krama,” kata Busyro.

Pernyataan Ngabalin yang kontroversial itu disampaikan lewat akun Instagramnya, Kamis (15/5/2021). Dia tidak terima dengan penilaian Busyro bahwa KPK tamat di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Otak-otak sungsang seperti Busyro Muqoddas ini merugikan persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan pendidikan umat yang kuat dan berwibawa, kenapa harus tercemar oleh manusia prejudice seperti ini,” tulis Ngabalin.

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengkritisi Ngabalin. Menurutnya, Ngabalin membuat pernyataan politis, bukan pernyataan substantif-ideologis seperti Busyro. Namun Ngabalin ngegas.

“Pak Busyro itu jangan memposisikan diri seperti pegiat LSM antikorupsi di PP Muhammadiyah, Anwar Abbas ya maksudnya itu (mengkritik). Sama seperti Pak Anwar Abbas, kalau mau berpolitik, masuk saja parpol, enggak usah di Muhammadiyah atau MUI. Kasihan, beliau-beliau itu kan orang baik, orang-orang terhormat,” kata Ngabalin kepada wartawan, Kamis (13/5).

Terbaru, Pengurus Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (LHKP PWM DIY) menyebut Ngabalin tuna adab.

“Kami menuntut Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin untuk mengklarifikasi dan menyampaikan maaf secara terbuka karena telah mencederai kredibilitas Bapak Busyro Muqoddas selaku Pimpinan Muhammadiyah maupun kepada Keluarga Besar Muhammadiyah yang terusik dan gerah dengan statement ngawur tuna-adab,” kata Ketua LHKP PWM DIY Suwandi Danu melalui keterangan tertulis Jumat (14/5).***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: