Sabtu , September 18 2021

Sidang Pledoi, Habib Rizieq: Alhamdulillah, Kapolda Metro Mengaku Pihaknya Sebagai Pembunuh Laskar FPI

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (kedua kanan) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kedua kiri), Karopaminal Divpropam Polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, saat menyampaikan keterangan pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020), tentang penembakan atas 6 Laskar FPI di jalan tol Jakarta Cikampek KM 50. (Foto: Antara)

Jakarta (Riaunews.com) – Habib Rizieq Shihab menyerang Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman yang disebut menyebar ancaman terkait FPI. Selain itu Habib Rizieq juga menyerang Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Hal ini disampaikan Habib Rizieq saat membacakan pleidoi dalam persidangan di PN Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021). Habib Rizieq mengatakan Kapolda Metro juga mengancam dirinya dan FPI.

“Pada hari Kamis tanggal 3 Desember 2020 Kapolri Jenderal (Pol) Idham Aziz umbar ancaman keras terhadap saya dan FPI. Lalu esoknya hari Jumat tanggal 4 Desember 2020 Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Fadil Imran juga ancam sikat saya dan FPI,” kata Habib Rizieq.

Habib Rizieq juga menyinggung terkait peristiwa penembakan yang menewaskan anggota Laskar FPI di Km 50. Dia mengatakan pada tanggal 6 Desember 2020, rombongannya diikuti dan dipepet hingga keluar Tol Karawang Timur.

“Ternyata beberapa mobil asing mencurigakan yang selama ini standby depan komplek perumahan mulai mengikuti dan menguntit rombongan kami. Dan secara mengejutkan di tengah Tol Karawang kami dikejar dan dipepet hingga keluar Tol Karawang Timur, namun berhasil dihalau dan dihalangi oleh para pengawal kami dari Laskar FPI, sehingga saya dan keluarga selamat dari kejaran mereka,” kata Habib Rizieq.

Habib Rizieq mengatakan, dirinya dan keluarga berhasil keluar dari kejaran tersebut. Namun, tim laskar pengawalnya terus dikejar dan diserang dengan ditembaki oleh orang tak terkenal.

“Sampai pagi dini hari jam 00.30 Senin 7 Desember 2020, Laskar pengawal kami terus dikejar dan diserang serta ditembaki secara brutal oleh Gerombolan Orang Tak Dikenal (OTK) tersebut. Saya dan keluarga selamat, tapi 6 Laskar FPI diculik, dan akhirnya mereka dibawa masuk kembali ke dalam Tol Karawang, lalu dibawa ke KM 50, selanjutnya digiring ke suatu tempat untuk disiksa dengan sadis dan dibunuh secara kejam dan biadab,” kata Habib Rizieq.

Dia mengatakan, Kapolda Metro Jaya mengakui bahwa pihaknya telah mengintai dan mengikuti dirinya. Tidak hanya itu, disebut bahwa anggota Polda Metro Jaya lah yang telah menyerang 6 anggota Laskar FPI.

“Masih di hari yang sama Senin 7 Desember 2020 sekitar Jam 12.00 WIB : Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrahman secara mengejutkan gelar siaran pers yang mengakui bahwa yang mengintai dan menguntit saya dari Sentul hingga Tol Kerawang adalah anggota Polda Metro Jaya, dan mengakui juga bahwa mereka yang membunuh 6 Laskar FPI yang mengawal saya dan keluarga,” kata Habib Rizieq.

“Bagi saya sekeluarga pengakuan Kapolda Metro Jaya tersebut merupakan pertolongan Allah SWT yang luar biasa, karena tanpa pengakuan tersebut maka saya dan Keluarga tidak akan pernah tahu siapa pengintai dan penguntit serta pengganggu kami di Jalan Tol Karawang malam itu, dan tidak akan pernah tahu pula siapa yang menculik dan menyiksa serta membantai 6 Laskar Pengawal kami secara Sadis dan Biadab,” sambungnya. ***

Sumber: Detik

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: