Senin , Agustus 2 2021

Tajir Melintir, Juragan Manchester City Tanggung Ongkos Suporter ke Final Liga Champions

Pemilik klub Manchester City Sheikh Mansour saat berdialog dengan sang pelatih, Pep Guardiola.

Manchester (Riaunews.com) – Pemilik Manchester City yang terkenal tajir melintir, Sheikh Mansour, akan menanggung biaya perjalanan para suporter ke final Liga Champions yang akan berlangsung di Kota Porto, Portugal, pada 30 Mei 2021 mendatang.

Sebanyak 6000 fan Man City dan Chelsea diperbolehkan menghadiri laga final Liga Champions di Porto. Beruntung bagi fan City, pemilik klub berjanji untuk membayar biaya transportasi mereka.

Laga puncak kompetisi Eropa itu dipindah ke Porto, Portugal, setelah Istanbul, Turki, dinyatakan masuk ‘zona merah’ pemerintah Inggris.

Sejauh ini Porto menjadi pilihan meski ada wacana UEFA akan memindahkan pertandingan final tersebut ke Stadion Wembley, Inggris.

Namun, rencana pemindahan venue ke Wembley berpotensi menyalahi aturan Covid-19 pemerintah Inggris. Sebab, mereka harus mengabaikan regulasi karantina wajib kepada 2.000 staf, sponsor, VIP, dan media asing.

Meski demikian, Sheikh Mansour tak mempermasalahkan pertandingan digelar di Porto. Ia bahkan berjanji untuk menanggung biaya transportasi suporter resmi mereka yang ingin datang ke Porto.

“Pep dan tim telah menjalani musim yang luar biasa dan mencapai final Liga Champions setelah tahun yang sangat menantang dan merupakan momen yang benar-benar bersejarah bagi klub kami,” kata Mansour dikutip Sky Sports.

“Karena itu, sangat penting bagi fan untuk memiliki kesempatan menghadiri pertandingan spesial ini. Terutama mereka yang telah mendukung Manchester City melalui masa-masa baik dan buruk selama bertahun-tahun.”

Presiden Man City Khaldoon Al Mubarak menegaskan Sheikh Mansour bakal mengurangi beban biaya suporter yang ingin menghadiri partai final.

“Semoga inisiatif Yang Mulia memungkinkan mayoritas suporter kami yang hadir untuk fokus menikmati pertandingan daripada mengkhawatirkan beban biaya perjalanan yang jadi semakin berat karena efek pandemi,” ujarnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: