Sabtu , September 18 2021

Warga Korut yang Kedapatan Pakai Jeans Ketat Akan Dikirim ke Kamp Kerja Paksa

(ilustrasi)

Pyongyang (Riaunews.com) – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan telah melarang celana jeans ketat dan gaya rambut mullet dalam upaya terbarunya untuk mengendalikan kaum muda dari pengaruh budaya Barat.

Sang diktator disebut takut pengaruh Barat dari gaya berpakaian dan gaya rambut tersebut akan menyebabkan kemerosotan moral pada pemuda Korea Utara.

Jeans robek dan ketat, serta potongan rambut mullet, semuanya dipandang sebagai tanda “invasi gaya hidup kapitalistik”, menurut klaim itu sebagaimana dilansir Mirror.

Kim sebelumnya dilaporkan telah memutuskan bahwa orang-orang yang kedapatan mengadopsi mode tersebut harus dikirim ke kamp kerja paksa.

Surat kabar pemerintah Rodong Sinmun, sebuah organ dari Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara meluncurkan seruan baru agar barang-barang semacam itu dijauhkan karena takut membuat negara “runtuh seperti tembok lembab”.

“Sejarah mengajarkan kita pelajaran penting bahwa sebuah negara bisa menjadi rentan dan akhirnya runtuh seperti tembok lembab terlepas dari kekuatan ekonomi dan pertahanannya jika kita tidak berpegang pada gaya hidup kita sendiri,” demikian ditulis Rodong Sinmum dalam editorialnya pada akhir pekan.

“Kita harus waspada bahkan pada tanda sekecil apapun dari gaya hidup kapitalistik dan berjuang untuk menyingkirkannya.”

Menurut Kantor Berita Yonhap, rezim Kim telah memberlakukan hukuman yang lebih keras bagi mereka yang ditemukan memiliki video yang dibuat di Korea Selatan.

Kim Jong-un telah melarang gaya rambut “non sosialis”, dengan jumlah potongan rambut yang diizinkan sangat terbatas. Rambut dan tindikan yang diwarnai juga tidak diperbolehkan.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: