Sabtu , September 18 2021

Bekas Kebun Kelapa Sawit Milik Siswaja Mulyadi Alias Aseng yang Jadi Milik Negara Diduga Dipanen Pihak Tertentu

Ilustrasi Panen kelapa sawit.

PEKANBARU (RiauNews.com)-Sejak dieksekusi oleh Kejari Kabupaten Rohil pada tahun 2018 lalu, kebun kelapa sawit milik Siswaja Mulyadi Alias Aseng seluas 430 hektar, syah menjadi milik negara.

Namun setelah kegiatan eksekusi yang dihadiri oleh unsur Kejaksaan, Pengadilan, Polri,
Pemda Rohil dan DLHK Provinsi Riau ini, lahan yang berstatus hutan dan berubah menjadi lahan kebun kelapa sawit milik Aseng tidak jelas penanganannya.

Yayasan Riau Hijau Watch (YRHW) menduga lahan tersebut tetap dibiarkan seperti semula dan hasil kebun berupa buah kelapa sawit ini dipanen oleh pihak tertentu yang kalau dirupiahkan nilainya lebih kurang bisa mencapai satu miliar.

“Atas dasar itu kami dari YRHW telah menyurati DLHK Riau pada tanggal (24/6/2021) yang isinya ingin mengetahui langkah selanjutnya dari DLHK Provinsi Riau terhadap lahan bekas milik Aseng tersebut,” kata ketua YRHW Tri Yusteng Putra SHut.

Jika mengacu pada putusan Mahkamah Agung RI terang Yusteng, seharusnya lahan tersebut jadi milik negara dan dikembalikan pada fungsi semula yakni yakni berupa hutan.

“Kondisi saat ini lahan yang telah berubah menjadi kebun kelapa sawit tersebut terus dipanen, ini merupakan tindakan pencurian karena lahan tersebut telah menjadi milik negara,” ujarnya.

Sementara penasehat hukum YRHW Budi Harianto SH mengatakan eksekusi adalah bentuk keputusan hukum yang inckrah atau telah berkekuatan hukum tetap, maka seluruh pihak terkait baik itu pemerintah dan terpidana harus tunduk dan patuh terhadap putusan hukum,

“Tidak boleh ada pembangkangan terhadap hukum termasuk KLHK dalam hal ini DLHK Provinsi Riau,” katanya.

Karena lanjutnya, lahan itu diperintahkan dikembalikan kepada negara, tentunya DLHK Riaulah yang paling bertanggungjawab terhadap lahan tersebut.

Yang menjadi pertanyaan kita bersama saat ini apakah DLHK riau tunduk dan patuhkah terhadap putusan hukum ini?,” ucapnya.

Sebelum dirampas oleh negara Aseng juga telah dipidana selama satu tahun karena terbukti merubah fungsi hutan menjadi kebun kelapa sawit.

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: