Sabtu , Juli 31 2021

Gema Tahlil dan Semangat Jemaah di Peringatan Seabad Soeharto

Peringatan seabad Soeharto di Masjid At Tin, Jakarta Timur. (Foto: CNN Indonesia)

Jakarta (Riaunews.com) – Ratusan orang berbaju warna putih-putih terlihat terus berdatangan ke Masjid At-Tin yang terletak di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Selasa (8/6/2021) sore.

Sore itu, Masjid At-Tin menjadi tuan rumah hajatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 100 tahun mendiang Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Gema tahlil dan kumandang Yasin terdengar nyaring dikumandangkan oleh para jemaah sepanjang sore itu. Para jemaah tampak khusuk memanjatkan doa-doa untuk Soeharto.

Mereka terlihat menunduk sibuk membaca Tahlil dari buku Yasin berwarna putih dengan sampul bergambar wajah Soeharto dengan ornamen bintang lima. Khas dengan status Soeharto sebagai Jenderal Besar TNI.

Di dalam buku Yasin yang dibagikan panitia itu, terdapat sejumlah foto nostalgia Soeharto bersama istrinya, Tien Soeharto saat bersama.

Tak hanya ratusan jemaah, anak-anak Soeharto seperti Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut, Siti Hediati Heriyadi alias Titiek, Hutomo Mandala Putra alias Tommy dan Bambang Trihatmodjo turut hadir membaur dengan para undangan. Mereka turut khusyuk turut membacakan tahlil dan Yasin ketika dikumandangkan.

Dari Enam anak Soeharto, hanya Sigit Harjojudanto dan Siti Hutami Endang Adiningsih yang tak hadir langsung. Mereka ada di luar kota dan mengikuti secara virtual.

Mewakili pihak keluarga, Tutut Soeharto memberikan sambutan di depan para undangan yang hadir. Ia banyak membahas pelbagai prestasi yang diukir ayahnya selama menjabat lebih dari 30 tahun di Indonesia.

Tutut memamerkan bahwa zaman Soeharto mampu membangun ekonomi Indonesia tumbuh konstan di atas rata-rata 7 persen per tahun. Padahal, saat awal ayahnya menjabat, tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 60 persen.

“Alhamdulillah kemiskinan berhasil ditekan sebesar 11 persen pada 1997. Penghargaan demi penghargaan dunia diterima Indonesia,” kata Tutut.

Acara HUT ke-100 Soeharto ini sengaja dikemas dalam bentuk pengajian serta santunan bagi anak-anak yatim. Sebanyak 750 orang diundang hadir secara hibrid. Baik hadir langsung maupun secara virtual.

Mereka yang datang tak hanya warga biasa. Turut hadir pada pejabat pemerintahan dan tokoh masyarakat.

Mulai dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua MPR Bambang Soesatyo hingga elite Partai Golkar Akbar Tanjung. Hadir pula tokoh masyarakat seperti Din Syamsuddin, Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar. Nama terakhir turut memberikan tausyiahnya dalam acara tersebut.

Mereka semua terlihat mengikuti acara hingga akhir. Hanya Prabowo yang terlihat sudah meninggalkan lokasi setelah pembacaan Surat Yasin.

Di akhir acara, para pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir turut mendapat cinderamata berupa buku 999 masjid yang pernah dibangun Soeharto saat menjabat sebagai presiden. Pembangunan masjid-masjid itu dicanangkan Soeharto lewat Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila.

Seorang peserta, Rudy Iskandar mengaku semangat untuk hadir dalam acara tersebut. Ia mengaku datang karena diundang oleh pihak panitia untuk menghadiri acara tersebut.

“Saya semangat untuk hadir. Karena diundang langsung oleh panitia acara ini, menurut saya kebanggaan,” kaya Rudy.

Pihak keluarga Soeharto, kata dia, turut memperhatikan tokoh-tokoh masyarakat di sekitar Masjid At-Tin. Rudy merupakan salah satu pengurus Masjid di Tamini Square yang letaknya berada 100 meter dari Masjid At-Tin.

Rudy sendiri mengakui pelbagai program pembangunan yang diusung Soeharto selalu terlihat rapi dalam eksekusinya. Salah satunya terlihat dalam program Pembangunan Lima Tahun (Pelita).

“Dan juga sangat aman waktu zaman itu,” kata Rudy.***

Sumber: CNN Indonesia

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: