Sabtu , Juni 19 2021

Jadi Korban Fitnah Pegiat Medsos, Ustadz Adi Hidayat Datangi Kabareskrim

Ustaz Adi Hidayat datangi Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto terkait fitnah yang menimpanya di media sosial.

Jakarta (Riaunews.com) – Ustadz Adi Hidayat (UAH) mendatangi Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/6/2021). Selain silahturahmi, mereka membahas soal perkembangan dan dinamika sosial, hukum, dan kebangsaan di tanah air.

Dalam kesempatan itu, UAH juga menyampaikan ke Agus bahwa dirinya kerap menjadi korban fitnah dari pegiat media sosial (medsos). Namun, Ia tak menyebut nama orang tersebut.

Namun, kata UAH, para pegiat nedsos itu tujuannya hanya mencari sensasi saja. Sebab itu, dia berharap hal-hal yang dapat merugikan bangsa dan negara dapat diredam dan ditindak oleh Polri melalui mekanisme dan proses yang baik sesuai aturan dan hukum yang tegas.

“Saya rasa peran Bareskrim Polri sudah sangat besar dalam upaya mengawasi dan menertibkan banyaknya permasalahan sosial yang dapat berimbas ke masalah hukum dengan kinerja yang sangat profesional saat ini dan kami siap memberikan dukungan kepada Mabes Polri dalam rangka sosialisasi kebijakan Polri dalam hal membantu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, baik melalui media da’wah dan pembinaan yang tepat sasaran,” kata UAH dalam keterangan tertulis, Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Kabareskrim Komjen Agus menyebut, kesalahpahaman memang sering terjadi di tengah masyarakat akibat pihak tertentu yang mencitrakan negatif kepada satu sama lain, termasuk kepolisian.

“Di tengah segala kisruh yang ada, rasanya negara memang perlu hadir untuk menjadi penengah yang arif. Tetapi di saat yang bersamaan, posisi negara juga jangan dihakimi dulu, dicurigai, dinyinyiri, dan seterusnya. Karena pada dasarnya yang mengikat kita semua adalah undang-undang dan koridor hukum yang berlaku. Kita patuh dan tunduk pada semua itu,” ujar Agus.

Menurut Agus, sinergi yang baik antar semua pihak adalah sesuatu yang paling dibutuhkan bangsa hari ini. Semua harus bergerak pada satu tujuan mulia yang sama, berkolaborasi dalam satu frekuensi kebaikan yang sama.

“Terhubung satu sama lain dengan jembatan rasa yang sama, yakni rasa cinta pada bangsa dan negara ini,” tutup Agus.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: