Selasa , Juli 27 2021

Media Italia Tuding UEFA dan Inggris Bersekongkol

Italia melenggang mulus ke fase 16 besar Euro 2020.

Roma (Riaunews.com) – Kompetisi sebesar Euro 2020 kerap diselimuti oleh intrik-intrik yang menarik. Salah satunya adalah dugaan bahwa Inggris dan UEFA sedang bekerja sama untuk mengagalkan laju Italia dalam ajang tersebut.

Italia sedang menarik perhatian belakangan ini karena lajunya yang sangat mulus di fase grup. Mereka sempurna; meraih tiga kemenangan, mengumpulkan sembilan poin, sangat bersih dari kebobolan dan melaju ke 16 besar sebagai juara grup.

Jalan Italia ke depannya diyakini bakalan tetap mulus. Sebab mereka hanya akan berhadapan dengan tim kuda hitam yang menjadi runner-up C, Austria. Di atas kertas, Austria harusnya tidak menjadi masalah berarti buat Gli Azzurri.

Di sisi lain, Inggris juga menuju ke babak 16 besar dengan status pimpinan grup seperti Italia. Namun kiprahnya tidak begitu mulus dengan satu hasil imbang, tujuh poin, tanpa kebobolan tapi cuma mencetak dua gol saja.

UEFA dan Inggris Bersekongkol?

Keduanya berada di pengelompokan yang berbeda dan baru bisa bertatap muka pada babak final. Itupun kalau laju kedua negara tetap mulus. Namun baru-baru ini, ada tudingan yang mengejutkan dari Corriere dello Sport terkait Italia dan Inggris.

Ivan Zazzaroni dari surat kabar Italia tersebut mencium adanya konspirasi di balik penunjukan Anthony Taylor sebagai wasit laga Italia melawan Austria. Semua diawali ketidaksepakatan Italia soal lokasi babak final Euro 2020 yakni Wembley Stadium.

Pemerintah Italia lalu mempertanyakan struktur organisasi UEFA. Lantas, Boris Johnson selaku Perdana Menteri Inggris menanggapinya dengan penambahan kapasitas stadion dari 45 ribu penonton menjadi 61 ribu.

Mencurigai Penunjukan Anthony Taylor

Corriere dello Sport, khususnya Zazzaroni, menduga kalau UEFA dan Inggris bersekongkol agar Italia bisa tersingkir lebih cepat dari kompetisi ini. Salah satu caranya adalah dengan menunjuk Taylor, wasit Premier League, sebagai pemimpin pertandingan antara Italia melawan Austria.

“Apakah ini memang cuma kebetulan? Murni acak?” tanya surat kabar tersebut. Akan tetapi, Zazzaroni juga menggaris bawahi kalau penunjukan Taylor punya sisi positif juga buat Italia. Ia merujuk pada pernyataan eks pelatih AC Milan, Carlo Ancelotti.

Sekarang Ancelotti menjabat sebagai pelatih Real Madrid. Sebelum itu, ia sempat merasakan pengalaman melatih di Premier League bersama Everton dalam dua musim terakhir. Ancelotti pernah memuji Taylor sebagai salah satu wasit terbaik di Premier League.

Sebagai catatan, agensi berita PA mengabarkan kalau Italia tidak dibolehkan berlatih di Wembley sebelum pertandingan dengan alasan ‘melindungi lapangan’. Larangan ini juga berlaku buat Austria.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: