Jumat , Juli 30 2021

MUI Tak Permasalahkan Libur Tahun Baru Islam dan Maulid Nabi Digeser

Waketum MUI Anwar Abbas.

Jakarta (Riaunews.com) – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas tidak memperoslakan bergesernya waktu libur Tahun Baru Islam dan Maulid Nabi. Dia menilai bahwa perubahan tersebut tidak berpengaruh pada waktu perayaan melainkan pada waktu libur.

“Yang digeser itu bukan tanggal hari keagamaannya tapi adalah hari atau waktu liburnya dari Selasa ke Rabu yang tujuannya adalah untuk menghindari adanya waktu libur yang panjang karena hari Senin menjadi hari kejepit,” kata Anwar, Jumat (18/6/2021).

Hal berbeda jika menyangkut Hari Raya Idul Adha. Dia menilai waktu hari raya Idul Adha tidak bisa dirubah karena hal tersebut menyangkut waktu ibadah umat Islam.

“Kalau Idhul Adhha itu kan memang tanggalnya jelas tidak bisa diubah-ubah karena di dalamnya menyangkut masalah ibadah atau ritual keagamaan yang waktu dan tanggalnya sudah ditentukan oleh agama Islam itu sendiri,” jelasnya.

Dia menilai langkah pergeseran waktu libur merupakan wewenang pemerintah. Pemerintah akan mempertimbangkan banyak hal tentang waktu libur termasuk lonjakan Covid-19.

“Kalau menyangkut kapan hari libur keagamaannya itu adalah wewenang pemerintah dengan dasar kapan yang lebih baik dan yang lebih maslahat,” pungkasnya.

Pemerintah melakukan pergeseran waktu Libur Tahun Baru Islam dan Maulid Nabi tahun ini pun tanggalnya digeser.

Libur Tahun Baru Islam 1443 H yang jatuh pada hari Selasa 10 Agustus 2021 diubah menjadi hari Rabu 11 Agustus 2021. Untuk libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 19 Oktober menjadi Rabu 20 Oktober 2021.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: