Selasa , Juli 27 2021

Pemred Media Online Di Pematangsiantar Tewas Ditembak OTK

Mara Salem Harahap, pimpred media online di Pematangsiantar yang tewas ditembak OKT di dalam mobilnya.

Pematangsiantar (Riaunews.com) – Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, kali ini menimpa Mara Salem Harahap (42), pemimpin redaksi (Pemred) sebuah media online lokal di Pematangsiantar, Medan, Sumatera Utara.

Ia tewas dengan luka tembak di dalam mobil yang dikendarainya. Dari informasi yang dihimpun, Mara Salem diduga ditembak oleh orang tak dikenal saat hendak pulang ke rumahnya di Dusun VII, Desa Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Ditemukan luka tembak di tubuh korban bagian paha kiri dan bawah perut.

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, Sabtu (19/6/2021) mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dari lokasi kejadian maupun saksi-saksi.

Jenazah korban katanya, sudah dikirim ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Rahmat Ariwibowo menyampaikan, Mara Salem Harahap, ditembak orang tak dikenal saat masih berada di dalam mobil yang dikendarainya. Ia ditembak tak jauh dari kediaman pribadinya.

“Awalnya masyarakat yang menemukan mobil itu. Ternyata korban sudah ditemukan tewas di dalam mobil. Kejadiannya jam 12.00 dini hari tadi. TKP tak jauh dari rumah korban,” kata Rahmat kepada wartawan, Sabtu (19/6).

Rahmat megatakan, pada saat ditemukan, korban mengalami luka tembak pada bagian pangkal paha. Wartawan tersebut ditemukan warga sudah tak bernyawa di dalam mobil pada Sabtu dini hari (19/6). Mobil tersebut terparkir tak jauh dari rumah korban di Huta 7 Pasar 3 Nagori Karang Anyer Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Rahmat enggan menjelaskan lebih jauh soal kasus itu. Menurutnya saat ini aparat kepolisian masih menunggu hasil otopsi. Kasus tersebut, tambahnya, masih dalam penyelidikan.

“Akibat kematian masih diselesaikan. Korban diotopsi di RS Bhayangkara Medan. Setelah keluar hasil otopsi baru bisa disimpulkan akibat kematiannya. Kami masih di lapangan melakukan penyelidikan,” pungkasnya.(RMOL)***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: