Sabtu , Juli 31 2021

Pemred Media Online Ditembak Mati Diduga Gegara Berita

Pimpinan media online di Sumatera Utara, Mara Salem Harahap ditembak hingga tewas di dalam mobilnya.

Pematangsiantar (Riaunews.com) – Pemimpin redaksi (pemred) media lokal di Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut), Mara Salem Harahap atau Marsal, tewas diduga ditembak orang tidak dikenal (OTK). Keluarga mencurigai hal itu terjadi karena masalah berita.

Kecurigaan itu disampaikan kakak Marsal, Farida Isnara Harahap. Dia menyebut Marsal pernah dikeroyok sekitar 3 tahun lalu karena masalah pemberitaan.

“Masalah mengenai pemberitaan. Pernah dia dikeroyok beberapa tahun yang lalu. Sekitar 3 tahun yang lalu,” kata Farida di Medan, Sabtu (19/6/2021).

Farida mengatakan korban saat itu diduga dikeroyok karena pemberitaan masalah narkoba. Dia mengklaim ada orang yang tidak senang dengan berita yang dibuat Marsal.

“Pemberitaan soal narkoba, bandar judi gitu. Mungkin ada yang keberatan,” ucapnya.

Sepupu Marsal, Rencana Siregar, mengatakan Marsal sempat bercerita mendapat ancaman beberapa waktu lalu. Ancaman itu, katanya, diduga terkait pemberitaan yang dia buat.

“Sebelumnya 2 minggu lalu sempat datang ke rumah menyampaikan keluhan mengenai pemberitaan tempat hiburan malam. Jadi kita tidak bisa menyebutkan namanya. Cuma dia mengeluhkan ada orang yang protes tentang pemberitaan itu,” kata Rencana.

Rencana menduga korban ditembak dari jarak dekat. Dia mengatakan tak ada kerusakan pada mobil yang dikendarai Marsal.

“Karena nggak ada kerusakan kaca mobilnya. Berarti almarhum membukakan kaca ataupun pada saat dekat rumah, dia buka kaca karena mau dekat rumah,” jelasnya.

Marsal sebelumnya ditemukan tewas dengan luka tembakan di paha sebelah kiri. Marsal diduga ditembak 300 meter dari rumahnya.

“Di paha sebelah kiri,” kata Direskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan.

Tatan mengatakan pihaknya membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini. Tim ini terdiri atas personel Polda hingga polsek.

“Kami membentuk tim gabungan dari Polda, Polres, dan polsek untuk menyelidiki kasus ini,” ucapnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: