Senin , Agustus 2 2021

Tak Permasalahkan PDIP Cabut Dukungan, Amon Djobo: Itu Hak Mereka

Bupati Alor, Amon Djobo.

Alor (Riaunews.com) – Bupati Alor, Amon Djobo, mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi dari DPP PDI Perjuangan tentang pencabutan rekomendasi dan dukungan terhadap calon Bupati Alor dan Wakil Bupati Alor pada Pemilu Kepala Daerah 2017 yang diberikan kepadanya.

“Saya belum tahu, saya belum dapat pemberitahuan resmi tentang pencabutan surat dukungan kepada kami”, kata Amon Djobo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (2/6/2021) malam.

Menurut Amon Djobo, bila surat pencabutan rekomendasi tersebut benar sudah dikeluarkan oleh PDI Perjuangan, maka ia sangat menyesalkan itu semua. Apalagi bila pencabutan dukungan dan rekomendasi tersebut berkaitan dengan video yang saat ini viral.

Disampaikan Amon Djobo, pencabutan rekomendasi dan dukungan tersebut memang sepenuhnya hak PDI Perjuangan.

“Itu sah-sah saja kalau PDIP mencabut dukungan”, tegas Amon Djobo.

Pencabutan dukungan tersebut menurut Bupati Alor dua periode ini, tidak mempengaruhi jabatan bupati yang saat sedang diembannya. Karena walaupun pencabutan tersebut dilakukan, masih ada 14 kursi di DPRD Alor yang masih mendukung posisinya sebagai kepala daerah.

Karena PDIP memiliki empat kursi di DPRD Alor. Tapi yang sangat disesalkan oleh Amon Djobo, kebersamaan dengan PDIP yang sudah lama terbangun terhenti sampai disini atas dasar sebuah video yang viral.

Dia juga menyesalkan PDIP terpengaruh dengan rekaman video yang diunggah secara tidak utuh karena hanya mengambil saat amarahnya memuncak tanpa memperhatikan subtansi persoalan.

Amon Djobo juga berterima kasih kepada PDIP yang telah memberikan dukungan pada pemilihan kepala daerah 2017 lalu.

Amon Djobo menjelaskan dalam video tersebut sama sekali tidak pernah menyudutkan atau menyebutkan PDI Perjuangan. Dan kemarahannya itu karena adanya kesalahan dalam tata kelola penyaluran bantuan kepada korban bencana Seroja yang dilakukan Kementerian Sosial.

Menurut Amon, saat itu persoalan tersebut sudah langsung terselesaikan dan sudah saling meminta maaf. Dan itu terjadi pada pertengahan April pasca bencana Seroja.

Sehingga Amon Djobo mempertanyakan, motivasi dibalik orang yang memviralkan video tersebut dan hanya mengunggah bagian ketika dia memarahi kedua staf Kementerian Sosial.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: