Senin , Agustus 2 2021

Tuding BEM UI Masuk ‘Nyogok’, Ade Armando Banjir Kecaman

Ade Armando. (Foto: CNN Indonesia)

Jakarta (Riaunews.com) – Salah satu Dosen Komunikasi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, menanggapi kritikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI kepada Presiden Joko Widodo lewat akun Twitternya. Langkah Ade Armando itu justru menuai beragam komentar negatif dari warganet.

Dalam cuitanya Ade menilai bentuk kritik yang mengatasnamakan mahasiswa UI itu terlalu pandir, hingga ia menduga bahwa mahasiswa yang mengkritik itu masuk UI dengan cara ‘nyogok’.

“Ini karya BEM UI. Saya sih menghargai kebebasan berekspresi. Tapi kalau jadi lembaga yg mewakili mahasiswa UI, ya jangan kelihatan terlalu pandir-lah. Dulu masuk UI, nyogok ya?” Ujar Ade lewat akun Twitternya, Minggu (27/6).

Sontak hal itu menuai banjir kritik, salah satu warganet menilai keberadaan dosen itu sebagai bukti bahwa UI bukan universitas yang teramat baik.

“Keberadaan Ade Armando sebagai dosen ya sebenernya bukti bahwa UI tuh ga wah wah amat,” ujar @flamedalflame, Senin (28/6/2021).

Di samping itu ada pula warganet yang menilai konten yang berisi kritikan kepada Jokowi itu adalah fakta yang terjadi di lapangan. Ia lantas ragu dengan penilaian Ade yang menyebut infografis BEM UI tidak substansial.

“Saya heran apa yang di maksud bang Ade Armando bahwa infografis BEM UI tidak subtansial. Padahal jelas-jelas kontennya berisikan fakta kejadian lapangan. Ada sumbernya bahkan dicantumkan. Ini jelas-jelas kritik kinerja presiden bukan penghinaan presiden,” ujar @dacilslalubenar.

Lebih lanjut warganet @kurniawaan11 berkelakar soal status Ade yang mengemban tugas sebagai dosen di salah satu universitas ternama itu.

“Cape-cape ikut SNMPTN sama SBMPTN dapet UI eh dosenya si Ade Armando hahaha,” cuitnya.

Selain itu warganet lain turut memberikan komentar nyeleneh soal Ade Armando yang diketahui sebagai dosen di UI.

“Pulang nak ibu tau kamu di UI dapat kelasnya Ade Armando,” tuturnya.

Sebelumnya BEM UI menjuluki Jokowi dengan sebutan The King of Lip Service alias Raja Membual. Julukan itu diberikan kepada Jokowi lewat serangkaian gambar yang disunting dan diunggah dalam akun Twitter @BEMUI_Official.

Pengurus BEM UI lantas dipanggil Direktur Kemahasiswaan UI Tito Latif Indra setelah mengunggah konten berisi kritik terhadap Presiden Joko Widodo, Ahad (27/6/2021).

Di hari yang sama, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman melalui akun Twitternya menyinggung aktivitas mahasiswa UI. Ia mengatakan pihak kampus harus bertanggung jawab atas aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswanya.

Kedua langkah tersebut mendapat banyak kritik dari banyak pihak. Beberapa aktivis dan politikus menilai UI sudah seperti zaman orde baru yang anti-kritik dan jadi alat politik Istana.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: