Senin , Juni 21 2021

Vendor Bansos Ngaku Beri Uang ‘Terima Kasih’ ke Anak Buah Juliari

Sidang korupsi dana Bansos yang menjadikan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara menjadi tersangka. (Foto: Detik)

Jakarta (Riaunews.com) – Para vendor bansos Corona mengakui telah memberikan sejumlah uang ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bansos Matheus Joko Santoso.

Uang itu diberikan sebagai tanda terima kasih hingga untuk biaya administrasi bansos.

Direktur PT Andalan Pesik International, Rocky Josep Pesik, mengaku telah memberi Rp 150 juta kepada Joko. Uang itu diberikan sebanyak tiga kali.

“Saudara ada memberikan uang ke Matheus Joko?” tanya hakim ketua Muhammad Damis dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (9/6/2021).

“Iya, 3 kali, (setiap pemberian) Rp 50 juta,” ucap Rocky.

Rocky mengatakan sebelumnya tidak ada kesepakatan untuk memberikan uang ke Joko. Dia menyebut pemberian itu hanya sebatas tanda ucapan terima kasih.

“Untuk terima kasih saja,” ungkap Rocky.

Direktur PT Global Tri Jaya, Raj Indra Singh, juga mengakui hal yang sama dengan Rocky. Raj memberikan Rp 100 juta kepada Joko karena diminta membantu administrasi bansos.

“Saat itu saya selesai tahap ke-7, saya terus diminta beliau bantu anak-anak, untuk administrasi, membantu anak-anak yang membantu administrasi. Saya serahkan satu kali,” ungkap Raj.

Hakim sempat menanyakan apakah uang yang diberikan ke Joko diperuntukkan bagi eks Mensos Juliari Peter Batubara. Namun, Raj mengaku tidak tahu.

“Itu ada omongan diperuntukkan ke terdakwa?” tanya hakim dan dijawab ‘tidak’ oleh saksi.

Direktur PT Total Abadi Solusindo, Mochamad Iqbal, turut memberikan Rp 400 juta kepada Joko. Saat itu, Iqbal dimintai uang untuk kegiatan di Kementerian Sosial (Kemensos).

“Saya diminta kontribusi untuk kegiatan di Kemensos, Pak, oleh Adi dan Joko. Nggak minta Rp 400 (juta) sebenarnya, hanya diminta kontribusi, tidak disebutkan jumlahnya,” kata Iqbal.

Sementara itu, Direktur PT Era Nusantara Prestasi sekaligus pemilik CV Nurali Cemerlang, Go Erwin, mengaku tidak pernah memberi uang kepada Joko. Hakim sempat menyinggung keterangan Iqbal di sidang sebelumnya yang mengatakan pernah memberikan sejumlah uang.

“Saya mohon, Saudara, semalam kan sudah memberi keterangan, kok beda lagi Saudara. Ada yang dirinci Rp 50 juta, Rp 50 juta. Anda ubah lagi keterangan Saudara?” tanya hakim.

“Saya tidak mengatakan seperti itu,” ucap Erwin.

Diminta Bayar Kompensasi

Direktur PT Andalan Pesik International, Rocky Josep Pesik, mengaku pernah bertemu Agustri Yogasmara dan adik Ihsan Yunus, Iman Ikram. Saat itu, Rocky diminta membayar kompensasi karena tidak membeli tas goodie bag bansos dari Yogas.

“Mereka bilang karena saya tidak bisa beli tas dari mereka, saya diminta fee untuk mereka,” ungkap Rocky.

Selain itu, Yogas dan Iman jugalah yang memberi informasi soal pengadaan bansos. Rocky diketahui mendapatkan total 115 ribu paket bansos pada tahap DKI 1, Bodetabek 1, dan DKI 3 dengan nilai Rp 30 miliar.

Rocky mengatakan pihaknya telah diarahkan untuk membeli goodie bag ke PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex. Oleh sebab itu, dia tidak bisa membeli goodie bag dari Yogas.

“Karena dari arahan kantor Kemensos bahwa saya harus beli dari PT Sritex goodie bag-nya,” ucapnya.

Rocky sempat menawar-nawar kompensasi fee yang harus diberikan ke Yogas. Akhirnya, dia sepakat memberikan 40 persen keuntungannya untuk Yogas.

“Waktu itu tawar-menawar, akhirnya sepakat saya harus memberikan 40 persen dari keuntungan saya. Jadi dibayarkan, total yang saya berikan Rp 670 juta,” ungkapnya.***

Sumber: Detik

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: