Senin , Juni 21 2021

Wakil Bupati Sangihe Meninggal Saat Terbang Dengan Lion Air

Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong.

Jakarta (Riaunews.com) – Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Helmud Hontong, meninggal dunia dalam penerbangan Lion Air nomor JT-740 dengan rute Denpasar-Ujung Pandang pada Rabu (9/6/2021).

Helmud meninggal dunia di pesawat saat dalam perjalanan pulang ke Manado dari Bali.

Dari informasi yang diterima BeritaManado.com, pesawat yang ditumpangi Helmud yaitu Lion Air JT.740 dari Denpasar menuju Makassar.

Sebelum mendarat, pihak airlines dan bandara telah menerima pemberitahuan agar disiapkan ambulance di stasiun Makassar.

Begitu tiba, dokter dan perawat segera naik ke pesawat untuk memeriksa penumpang atas nama Helmud Hontong yang dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Sekitar pukul 16.20 Wita, pihak dokter pun menyatakan Helmud telah meninggal dunia.

Jenazah kemudian dibawa ke klinik KKP Bandara Sultan Hasanuddin Makassar untuk ditangani lebih lanjut sebelum diberangkatkan ke Manado.

Menanggapi hal itu, Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro menyebut penumpang terkait memiliki tiket perjalanan Denpasar-Ujung Pandang-Manado.

Ia mengungkapkan sebelum naik pesawat, seluruh penumpang sudah menjalani pemeriksaan kesehatan covid-19 dan hasil uji kesehatannya diverifikasi petugas medis dari lembaga yang berwenang.

“Jadwal keberangkatan JT-740 pukul 15.08 WITA dan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin pada 16.08 WITA. Pada pukul 15.40 WITA, terdapat satu penumpang dimaksud yang membutuhkan pertolongan medis lebih lanjut,” ujarnya dalam siaran resmi.

“Pimpinan awak kabin bersama kru menghampiri guna mengetahui kondisi aktual penumpang. Setelah mendapatkan informasi detail dan pengamatan, kru segera mengumumkan apakah terdapat penumpang profesi dokter atau tenaga medis,” lanjut Danang.

Setelah mendapatkan penumpang tenaga medis yang dibuktikan dengan tanda identitas secara resmi, berdasarkan prosedur kerja penanganan penumpang, kru memberikan tabung oksigen portabel dan melonggarkan pakaian yang mengikat.

“Dalam situasi seperti itu, pilot setelah berkoordinasi dengan awak memutuskan untuk mengarahkan penerbangan ke bandara terdekat, saat itu adalah Bandara Sultan Hasanuddin (bandara tujuan) dan menginformasikan kepada petugas lalu lintas udara bahwa satu penumpang membutuhkan penanganan medis,” terang Danang.

Kemudian, pada pukul 16.10 WITA, petugas layanan darat Lion Air di bandara setempat menghubungi tim medis. Ketika pesawat mendarat pukul 16.17 WITA, tim medis menjemput lewat pintu bagian belakang untuk dilakukan pertolongan.

“Lion Air mendapatkan informasi dari pihak tim medis bahwa penumpang berinisial HH meninggal dunia. Kami mengucapkan duka cita,” tandasnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: