Rabu , September 29 2021

Aksi ‘Pekan Perlawanan Terhadap Rezim’ BEM Semarang Raya Dibubarkan Aparat

Aparat bubarkan aksi demo BEM Semarang yang ditujukan kepada rezim. (Foto: CNN Indonesia)

Semarang (Riaunews.com) – Aparat Polri, TNI dan Satpol Pamong Praja Kota Semarang membubarkan aksi Week Of Resistance atau Pekan Perlawanan yang digelar oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang Raya di kawasan Tugu Muda Semarang, Ahad (4/7/2021) sore.

Aksi yang dilakukan sekitar 10 mahasiswa ini berencana menerbangkan sejumlah balon, namun mendapatkan peringatan dari petugas.

Oleh karena tak kunjung membubarkan diri, petugas terpaksa menyita balon dan membubarkan paksa massa mahasiswa. Beruntung tidak ada kericuhan dalam pembubaran aksi ini.

“Yang pertama, ini melanggar prokes. Yang kedua, ini masa PPKM Darurat, kami sudah tidak bisa kompromi, tindakan tegas kita lakukan dengan membubarkan massa. Adik-adik mahasiswa harusnya tahu dan paham kondisi saat ini dimana kasus covid terus melonjak”, ungkap Kabag Operasional Polrestabes Semarang AKBP Recky Roberto usai membubarkan aksi.

Recky pun berharap agar masyarakat Kota Semarang yang lain juga memahami situasi saat ini dimana PPKM Darurat diberlakukan untuk tujuan menyelamatkan rakyat dimana seharusnya masyarakat juga mematuhinya dengan berdisiplin prokes.

“Masyarakat bisa pahamlah kalau PPKM Darurat ini dilakukan untuk keselamatan rakyat. Jadi seharusnya masyarakat bisa ikut mematuhinya cukup dengan disiplin prokes”, kata Recky.

Aksi “Pekan Perlawanan” ditujukan kepada rezim Pemerintah, baik Presiden, Wakil Presiden hingga DPR dan aparat Polri serta TNI nya yang dianggap hanya menjual kebohongan, omong kosong belaka dan tidak pernah berpihak pada kepentingan rakyat.

“Aksi di Tugu Muda ini adalah ekspresi kami rekan-rekan mahasiswa dari BEM Semarang Raya untuk mengkritisi Pemerintahan Jokowi. Beliau-beliau ini yang di atas sana jangan hanya menjual omongan belaka, bohong terus dan tidak pernah berpihak ke rakyat”, ujar Humas Aliansi BEM Semarang Raya Izzatul Isma kepada CNNIndonesia.com***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: