Selasa , September 21 2021

BEM UMY Nilai Jokowi Sebagai The King of Pura-Pura

BEM UMY juluki Jokowi sebagai King of Pura-pura Tidak Tahu.

Jakarta (Riaunews.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengkritik respon Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait julukan King of Lip Service yang diberikan BEM Universitas Indonesia (BEM UI)

BEM UMY menilai Jokowi sama sekali tidak menanggapi substansi utama dari kritik The King of Lip Service dan hanya fokus pada labeling yang diberikan kepada dirinya.

“Ini loh pak Jokowi poin kritik yang seharusnya dijawab dan ditanggapi. Satu, mengenai tindakan represi yang dilakukan aparat kepolisian. Dua, persoalan revisi UU ITE. Tiga, permasalahan KPK yang katanya setelah direvisi akan semakin kuat, namun nyatanya nihil. Empat, persoalan mengenai judicial review yang bapak minta untuk MK tolak semua gugatan tentang UU Cipta Kerja,” kata BEM UMY melalui unggahan di Instagram @bem_umy, Kamis (1/7/2021).

“Selain The King of Lip Service, jangan-jangan bapak juga The King of Pura-pura Tidak Paham?” lanjut unggahan tersebut.

BEM UMY mengatakan apa yang dilakukan Jokowi sesungguhnya bisa dijelaskan melalui teori retorika Aristoteles. Dalam teori itu dijelaskan salah satu senjata yang dapat digunakan dalam komunikasi persuasif adalah emosional.

Dalam pesannya, ia mencoba membujuk rakyat dengan menyentuh sisi emosi mereka. Pola tersebut diduga dilakukan oleh Jokowi.

“Bertujuan untuk menarik daya emosional rakyat, sehingga rakyat dibuat merasa bersalah, sedih, simpatik dan menghormati,” kata BEM UMY.

Sementara itu, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman dan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin belum merespons konfirmasi terkait Jokowi King of Pura-pura.

Sebelumnya, kritik BEM UI kepada Jokowi ramai diperbincangkan setelah menjadi viral di media sosial. Jokowi lantas menjawab kritik tersebut dengan santai melalui siaran langsung di Youtube Sekretariat Presiden.

“Saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi. Jadi, kritik ini ya boleh-boleh saja,” kata Jokowi.

“Dulu ada yang bilang saya ini klemar-klemer, ada yang bilang juga saya itu plonga-plongo, kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter. Kemudian ada juga yang ngomong saya ini bebek lumpuh, dan baru-baru ini ada yang ngomong saya ini Bapak Bipang, dan terakhir ada yang menyampaikan mengenai The King of Lip Service,” kata Jokowi.***

 

View this post on Instagram

 

A post shared by BEM KM-UMY (@bem_umy)

Sumber: CNN Indonesia

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: