Kamis , September 23 2021

Diduga Biarkan Pungli, Jipikor Desak Walikota Copot Kadisdik

Pekanbaru (RiauNews.com)- LSM Jaringan Investigasi Pemberantasan Korupsi (LSM Jipikor) mendesak Walikota Pekanbaru untuk mencopot Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, hal ini terkait adanya dugaan Pungli dalam pengangkatan Guru Tidak Tetap tahun 2021 di Pemko Pekanbaru.

Menurut Tri Yusteng Putra selaku Direktur Eksekutif Jipikor kepada media ini Kamis (29/7/2021) dugaan Pungli ini berawal pemberitaan di beberapa media terkait adanya oknum Kasubag dengan inisial IR yang meminta kepada guru honorer sejumlah uang agar di angkat menjadi GTT di Pemko Pekanbaru bahkan terkait penerimaan guru tidak tetap itu diduga tidak sampai kepada seluruh guru honorer tapi hanya segelintir saja yang mau bayar.

“Tentunya tindakan tidak terpuji dari oknum Kasubag Disdik Pekanbaru itu dapat merusak sistim pendidikan karna hanya guru yang punya uang aja yang bakalan diangkat dan ini akhirnya dapat berpengaruh pada
kualitas anak didik kedepannya,”ujarnya.

Anehnya kata Yusteng meskipun banyak pemberitaan di media tidak ada tindakan dari Kadisdik Pekanbaru kepada bawahannya yang berinisial IR ini,

“Artinya Jipikor menduga tindakan oknum kasubag dengan inisial IR telah dapat restu pimpinan makanya kadis pendidikan diam dengan ulah IR ini,” ujarnya.

Jipikor lanjut Yusteng sejauh ini telah melakukan aksi papan bunga beberapa waktu lalu di Kejati Riau untuk mendesak penegak hukunbmengusut dugaan Pungli penerimaan GTT ini karna Pungli dengan menggunakan jabatan masuk dalam ranah korupsi

“Terkait Pungli yang diduga dilakukan kasubag IR ini ternyata kami menemukan chat dari Whattshap yang diduga di lakukan IR kepada seseorang untuk membungkam tindakan Pungli tersebut dengan tawaran sejumlah uang dengan nominal cukup besar.

“Dengan adanya chat tersebut patut diduga Pungli itu benar adanya, kita berharap penegak hukum dapat mengecek keaslian chat tersebut sehingga jika benar itu asli tentunya IR dapat diperiksa apakah tindakan Pungli tersebut di lakukan sendiri atau melibatkan jajaran pejabat Disdik Pekanbaru, tentunya apabila benar adanya dugaan pungli ini Kadisdik Pekanbaru layak dicopot karena telah bekarja sama dengan bawahan dengan menggunakan jabatan untuk meraup keuntungan, kedepan kasus pungli GTT ini akan terus kami kawal dan apabila PPKM telah usai di pekanbaru kami akan aksi di kantor walikota dan Kejati Riau,” imbuhnya.

Sementara itu Kadisdik Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas dimintai tanggapannya melalui Ponsel, hpnya tidak aktif. Begitu juga dengan IR, bahkan no WhatsApp milik redaksi riaunews.com, diblokirnya.***

 

Pewarta: Edi Gustien

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: