Kamis , September 23 2021

Dugaan Pungli Pengangkatan Guru Honor di Pemko Pekanbaru Disorot LSM Jifikor

guru honor
Demo guru honorer yang resah karena tak kunjung diangkat jadi PNS.

 

Pekanbaru (Riaunews.com) – Dugaan Pungli  yang dilakukan oleh oknum Kasubag dinas pendidikan berinisial IR untuk pengangkatan honorer Guru Tidak Tetap (GTT) di  Kota Pekanbaru  mendapat sorotan dari LSM Jaringan Investigasi Pemberantasan Korupsi (Jifikor).

Kepada Riaunews.com, Direktur Eksekutif Jipikor Tri Yusteng Putra menduga aksi IR ini direstui oleh Kadisdik Kota Pekanbaru.

“Hingga saat ini kami dengar tidak ada tindakan apa-apa dari Kadisdik Kota Pekanbaru, jadi kami menduga perbuatan IR ini atas restu dari Kadisdik,” kata Yusteng, Senin (12/7/2021).

Padahal lanjut Yusteng jika dugaan Pungli ini benar ini bisa masuk kategori tindak pidana korupsi dan berdampak  pada kualitas tenaga GTT

“Guru yang berprestasi dan kompeten, jika benar harus menyetor namun tidak memiliki biaya untuk disetor ke oknum kasubag itu justru hilang kesempatan untuk diangkat jadi GTT, ” ujarnya.

Akibatnya lanjut Yusteng akan  berpengaruh pada ilmu yang didapat siswa didik karna guru yang diangkat oleh Disdik berdasarkan uang bukan karena ilmunya.

” Bagaimana sistim pendidikan kita menjadi baik kalau guru-guru yang diangkat dengan cara tidak benar

“Untuk itu kami kedepan akan audiensi Disdik Kota Pekanbaru terkait permasalahan ini dan jika benar kami akan menggelar aksi papan bunga di kantor Kajati Riau untuk mendesak penegak hukum mengusut dugaan Pungli sampai ke akar-akarnya karena kami duga Pungli ini sudah terstruktur dengan baik,”imbuhnya.

Sementara itu IR membantah dugaan tersebut, dihubungi melalui Ponsel Selasa (13/7/21),” Tidak benar informasi tersebut,” katanya membantah.

Diakuinya Disdik Pekanbaru memang akan membuka penerimaan GTT pada tahun ini namun Disdik belum melakukan perekrutan.

” Ada sebanyak 210 GTT yang akan kita rekrut, namun belum kiota buka pendaftarannya, masih nunggu instruksi dari pak Walikota,” ujarnya.***

 

Pewarta : Edi Gustien

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: