Senin , Agustus 2 2021

Harry Kane Mulai Tunjukkan ‘Kebuasannya’

Harry Kane mulai menunjukkan kebuasannya sebagai striker di depan gawang lawan.

Roma (Riaunews.com) – Timnas Inggris berhasil lolos ke semifinal Euro 2020 (Euro 2021) dan kemenangan itu makin layak dirayakan lantaran mereka sukses memaksimalkan ketajaman Harry Kane.

Harry Kane jadi aktor kemenangan Inggris di laga lawan Ukraina lewat dua gol yang dicetaknya. Tambahan dua gol tersebut membuat Harry Kane sudah mencetak tiga gol sepanjang gelaran Euro 2020 (Euro 2021) ini.

Sebagai striker, Harry Kane memang sempat berada dalam sorotan besar di Euro 2020 (Euro 2021). Harry Kane tak mampu mencetak gol untuk Inggris di tiga laga babak penyisihan.

Meskipun Inggris mengakhiri penyisihan dengan status tak terkalahkan, paceklik gol Harry Kane yang berimbas langsung pada produktivitas gol Inggris jadi tanda tanya besar.

Tanpa gol Harry Kane, Inggris hanya mencetak dua gol di tiga laga fase grup yang semuanya diborong oleh Raheem Sterling.

Bila menilik performa Harry Kane, kegagalan ia mencatatkan namanya di papan skor bukan sekadar kesalahan pribadi. Kegagalan Harry Kane mencetak gol adalah kesalahan kolektif timnas Inggris.

Di laga fase grup, Harry Kane terbilang minim peluang dan minim kesempatan untuk melepaskan tembakan ke gawang lawan.

Kesalahan Harry Kane, yang juga kesalahan rekan-rekan setimnya, akhirnya bisa diperbaiki di fase knock out.

Di laga lawan Jerman dan Ukraina, Harry Kane membuktikan bahwa ia adalah striker yang efisien dalam pemanfaatan peluang.

Umpan Jack Grealish, Raheem Sterling, dan Luke Shaw bisa dikonversi menjadi gol.

Berkaca pada penampilan di dua laga tersebut, Harry Kane sudah terlihat lebih menyatu dalam skema permainan Inggris yang diinginkan oleh Gareth Southgate.

Rekan-rekan setim sudah bisa menjadikan Harry Kane sebagai pusat aliran serangan.

Kesuburan Harry Kane jelas berdampak langsung pada produktivitas Inggris di lapangan. Dalam dua laga di fase knock out, Inggris bisa mencetak enam gol.

Melihat laga lawan Ukraina, skema serangan Inggris benar-benar mengalir dengan baik, terutama di lewat sisi kiri tempat Raheem Sterling dan Luke Shaw berada.

Kombinasi Sterling dan Shaw benar-benar jadi ancaman lini belakang Ukraina. Sterling menunjukkan ia lebih matang dan tak lagi banyak memperagakan aksi individu yang tak perlu, sedangkan Shaw melanjutkan performa apik yang telah ia tunjukkan sepanjang musim bersama klub.

Andai kedua pemain tersebut bisa mengulang performa yang sama di semifinal, itu berarti peluang Harry Kane untuk mencetak gol terbuka lebar.

Dengan demikian, membesar pula peluang Inggris untuk melanjutkan perjalanan ke babak final.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: