Kamis , September 23 2021

Kritik Proyek Laptop Merah Putih, Fadli Zon: Keterlaluan Cari Untung di Tengah Pandemi!

Fadli Zon
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon.

Jakarta (Riaunews.com) – Pengadaan laptop untuk pelajar hasil hasil produksi dalam negeri tengah jadi sorotan. Harga laptop lokal yang digadang-gadangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriset) itu dianggap berlebihan.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon ikut mengkritik kebijakan anyar pemerintah ini, terlebih situasi di Indonesia masih dilanda pandemi COVID-19.

“Laptop pelajar Rp10 juta itu kemahalan. Jangan keterlaluan cari untung di tengah kesulitan pandemi Covid ini,” kata Fadli, dikutip RagamIndonesia.com dari akun Instagram @fadlizon pada Sabtu (31/7/2021).

Harga laptop Merah Putih menuai polemik usai pernyataan Mendikbudriset Nadiem Makarim bahwa pemerintah akan mengalokasikan dana senilai Rp2,4 triliun untuk pengadaan 240 ribu laptop produk dalam negeri (PDN). Bila dihitung kasar maka biaya pengadaan satu unit laptop Merah Putih ditaksir sekitar Rp10 juta.

Ketentuan spesifikasi laptop Merah Putih tertuang di dalam Peraturan Mendikbud Nomor 5 Tahun 2021 tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Reguler Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2021. Secara terperinci spesifikasi minimalnya sebagai berikut:

Fadli menyebut, harga laptop gagasan pemerintah ini sebetulnya bisa ditekan menjadi Rp4 juta bila melihat spesifikasi yang dijabarkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2021.

“Saya tanya orang langganan beli komputer, taksirannya dengan spesifikasi itu paling harganya Rp4-5 juta, sekitar Rp4 juta. Kalau sebelum pandemi harganya Rp3 juta,” imbuhnya.

Nadiem menjelaskan, pengadaan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) itu merupakan bagian dari program digitalisasi sekolah. Nantinya perangkat ini akan dibagikan ke sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, baik formal maupun nonformal.

Terkait spesifikasi, Ketua Pusat Mikroeletronika ITB, Adi Indrayanto mengatakan, laptop ini nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan proses pendidikan yang memiliki level pendidikan yang berbeda.

Spesifikasi produk bisa jadi lebih dari satu sesuai dengan kebutuhan dan juga sesuai dengan inovasi Perguruan Tingi Negeri Berbadan Hukum (PTN)-BH masing-masing yangterlibat dalam program laptop Merah Putih.

“Komponen produknya tetap berasal dari mancanegara sebab di dunia tidak ada produk elektronika yang semua komponennya dibuat oleh sebuah negara,” jelas Adi dari laman ITB, Jumat 30 Juli 2021.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: