Kamis , Desember 2 2021

Ngeri, Sumarno Jadi Santapan Induk dan Anak Harimau

Evakuasi jasad Sumarno, warga yang menjadi korban keganasan harimau di Dumai.

Dumai (Riaunews.com) – Sumarno, warga yang menjadi korban keganasan harimau di hutan Kota Dumai, ternyata tak hanya diserang oleh seekor raja rimba saja.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, korban diterkam lebih dari dua ekor Harimau Sumatera di Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sei Sembilan, Dumai.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono menyebut, dari hasil identifikasi tim di lokasi, banyak ditemukan jejak harimau berukuran besar dan kecil. Samino diduga dimangsa induk dan anak harimau.

“Lebih dari dua individu, karena banyak ditemukan tapak kaki (harimau) di sekitar lokasi ditemukannya mayat, ada tapak berukuran besar dan kecil, kemungkinan indukan dan anaknya,” ucap Suharyono, Kamis (1/7/2021)

Ditambahkannya, hingga kini harimau yang menerkam Samino belum teridentifikasi, namun tim sudah memasang sejumlah kamera trap di lokasi kejadian untuk memantau pergerakan harimau.

“Kami melakukan pemasangan kamera trap di lapangan untuk identifikasi dan orientasi di lapangan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa lokasi ditemukannya mayat tersebut merupakan habitat dari Harimau Sumatera.

“Di wilayah itu merupakan lanskap Senepis yang meruapakan wilayah prioritas untuk habitat harimau,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, seorang warga di Batu Teritip, Kecamatan Sei Sembilan, Kota Dumai ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan diterkam harimau di areal hutan tanaman industri (HTI) PT Suntara Gajapati (Suplier kayu PT APP), Kota Dumai, Provinsi Riau.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono membenarkan adanya kejadian penemuan mayat karena diterkam Harimau Sumatera.

“Informasi awal kami dapatkan pada tanggal 28 Juni 2021 bahwa ada konflik harimau dengan manusia,” katanya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: