Kamis , September 23 2021

PPKM Level 4 Bikin Trans Metro Pekanbaru Rugi Besar

Bus Trans Metro Pekanbaru.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang saat ini dilaksanakan di Kota Pekanbaru, ternyata tak hanya membuat masyarakat dan pelaku usaha kecil mikro (UMKM) menjerit, tetapi berdampak pada Pengelola bus Trans Metro Pekanbaru (TMP).

Diketahui, bus TMP sudah dua hari berhenti beroperasi yang membuat pihak manajemen pusing karena harus menanggung kerugian lumayan besar.

Mereka kemudian meminta Dinas Perhubungan (Dishub) mencari solusi agar bus tetap bisa beroperasi saat PPKM Level 4 diterapkan.

“Sebenarnya Dishub sudah dikasih tahu. Masih menunggu instruksi. Kalau dibolehkan beroperasi kita beroperasi. Kita sudah buat surat,” kata Direktur PT Transportasi Pekanbaru Madani, Azmi, selaku pihak pengelola bus TMP, Sabtu (31/7/2021).

Diakui Azmi, berhentinya bus beroperasi memang menimbulkan masalah. Sebab, manajemen tetap membayar gaji karyawan, sementara bus tidak bisa membawa penumpang.

“Rugi kita. Kalau jumlah kerugian sebanyak upah karyawan. Masalah. Mereka tidak bekerja, gaji tetap bayar. Tidak mungkin berhentikan mereka,” jelasnya.

Di masa pandemi ini ada 40 unit bus yang selalu melayani masyarakat Pekanbaru. Saat tidak beroperasi satu hari saja manajemen bisa kehilangan uang sebanyak Rp14 juta hingga Rp15 juta.

“Rp14 juta sampai Rp15 juta kalau 40 unit, satu hari. Jadi kita berharap Pemko dalam hal ini Dishub cepat mengambil langkah ke Satgas. Agar lanjut beroperasi,” jelasnya.

Manajemen bus TMP terpaksa menghentikan sementara operasional mereka, sebab penumpang harus menunjukkan bukti vaksin jika ingin menggunakan moda transportasi itu.

Bus dihentikan saat melewati penyekatan yang dijaga sejumlah petugas. Padahal di dalam surat edaran (SE) nomor 16/SE/SATGAS/2021, pada poin 11 dijelaskan transportasi umum boleh beroperasi dengan ketentuan diberlakukan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Di dalam SE itu tidak dijelaskan bahwa penumpang harus menunjukkan bukti vaksinasi.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: