Senin , Agustus 2 2021

RS di Padang Kehabisan Stok Oksigen, Polisi Selidiki Dugaan Penimbunan

Banyak rumah sakit yang sekarang kehabisan stok oksigen akibat banyaknya pasien covid-19.

Padang (Riaunews.com) – Sejumlah rumah sakit di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mengungkapkan mulai kehabisan stok oksigen untuk kebutuhan perawatan pasien COVID-19. Polisi menduga ada praktik penimbunan oksigen.

“Polda akan mengecek ke lapangan, ke lokasi-lokasi tempat pengadaan tersebut. Apakah ada, baik penimbunan atau tidak. Nanti kita lihat hasilnya dari tim yang diterjunkan oleh Polda ke tempat-tempat tersebut,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu kepada wartawan, Kamis (22/7/21).

Dia menuturkan Polda Sumbar sudah memonitor permasalahan menipisnya stok oksigen ini. Oleh sebab itu, Polda Sumbar langsung membentuk tim penyelidik.

“Kita coba cek, nanti kita lihat hasilnya” sambung dia.

Sebelumnya, informasi tentang kekurangan stok oksigen disampaikan Direktur Utama RS Universitas Andalas (Unand), Yevri Zulfikar. Tak hanya RS Unand, Direktur RS Hermina Kota Padang, Nanik Supriani, menyampaikan permasalahan yang sama.

“Kebutuhan kami hanya sampai pukul 3 sore ini,” kata Yevri Zulfikar, Direktur Utama RS Universitas Andalas, kepada detikcom, hari ini.

Rumah Sakit Unand merupakan salah satu rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Sumatera Barat. Saat ini terdapat 84 orang pasien yang sedang menjalani perawatan di sana.

“Kami butuh oksigen 6 kubik itu sebanyak 250 tabung per hari sekarang. Sebelum pandemi, kebutuhan kami itu antara 70 sampai 80 tabung. Sekarang butuh 250 tabung sehari,” katanya.

“Kalau biasanya pasien yang datang ke kami itu dengan gejala ringan hingga sedang, sekarang pasiennya kebanyakan yang berat dan kritis. Terbayang kan berapa banyak kebutuhan pasien-pasien seperti ini,” tambah Yevri.

Pihaknya, jelas Yevri, masih berusaha untuk mencari sumber pasokan oksigen, setelah sejumlah vendor menyatakan tidak ada stok.

“Info yang kita dapat, vendor ini baru akan datang jelang maghrib nanti. Nah, sekarang kita cari oksigen-oksigen yang bisa dialihkan dari rumah sakit lain dulu,” kata dia.

Sementara itu, Rumah Sakit Hermina Padang menuturkan kebutuhan tabung oksigennya 100 unit. Pagi tadi, pihaknya krisis tabung oksigen hingga mengupayakan dengan mencari ke rekanan penyedia tabung oksigen rumah sakit.

“Kami butuhnya 100 tabung. Tadi pagi seperti itu (kekurangan sekali), lalu kami cari rekanan. Alhamdulillah dapat sesuai kebutuhan untuk hari ini,” kata Nanik kepada detikcom.

Nanik menyebut mereka dapat pasokan 40 tabung. Puluhan tabung tersebut yang diperkirakan hanya bisa bertahan hingga pukul 20.00 WIB nanti.

“Sudah dua hari ini rekanan tidak bisa masuk. Syukur kami bisa dapat pasokan. Setidaknya bisa aman sampai jam 8 malam nanti,” katanya.

Meski dapat pasokan, Nanik rumah sakit harus merogoh kocek lebih banyak. Pada situasi normal harga tabung oksigen Rp 55 ribu dari rekanan. Tapi sekarang bisa sampai Rp 95 ribu. Tidak masalah, yang penting bisa aman dulu,” pungkas dia.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: