Minggu , Oktober 17 2021

Tagar #PresidenTerburukDalamSejarah Trending di Twitter, Simak Penyebabnya


Jakarta (Riaunews.com) – Tanda pagar (tagar) #PresidenTerburukDalamSejarah menjadi trending di Twitter Indonesia pada hari ini, Rabu (21/7/2021).

Sejumlah netizen mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap perkembangan sosial terkini berkaitan dengan kekecewaan mereka terkait dengan penanganan Pemerintah terhadap pandemi Covid-19.

Pemilik akun yogurl @opirfqh misalnya, pagi ini mencuitkan sebuah pesan yang mengeluhkan makin memburuknya kondisi kesehatan masyarakat karena paparan Covid-19.

“Covid-19 in indonesia is getting worse day by day we must stay the fuck at home every fuckin daaayyyyy!! PPKM (PELAN PELAN KITA MATI?) i have to say #PresidenTerburukDalamSejarah,” tulisnya

Akelabagheera, pemilik akun @Akelabagheera mencuitkan:

Indonesia it’s getting worst day by day. We need the solution to handle this situation, without having to make a distinction between the upper and lower classes. Sorry sir but i have to say #PresidenTerburukDalamSejarah

Netizen Agus Setiawan, pemilik akun Twitter @agusset1awan pagi ini mencuitkan:

temporary solution to cover big problem caused by long strategic mistake
#PresidenTerburukDalamSejarah

Netizen lainnya bernama Uli Abdul Hadi juga mengeluhkan penanganan Pemerintah terhadap Covid-19.

Pemilik akun ulululmaul @UliAbdulhadi, dua jam tadi mencuitkan pesan begini:

Sorry but Ihave to be honest on myself. We have lost before we fight, we have been killed before we’ve been attacked, and sorry i have to say this government is #PresidenTerburukDalamSejarah

Lalu pemilik akun @pinggerbu1464 meminta presiden untuk mundur, “memalukan”, tulisnya.

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa menangani pandemi Covid-19 merosot tajam selama 6 bulan terakhir.

Demikian terlihat dari temuan survei nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Masyarakat yang percaya Jokowi bisa menangani pandemi terus menurun mencapai 43 persen.

Sementara itu, hanya 54,6 persen menjawab sangat tidak percaya, tidak percaya dan biasa saja.

Sedangkan yang tidak menjawab hanya 3,5 persen.

“Jadi untuk pertama kalinya pada bulan Juni tingkat kepercayaan terhadap presiden itu di bawah 50 persen,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, Minggu (18/7/2021).

Selama 6 bulan terakhir, kata Djayadi, trend tingkat kepercayaan presiden Jokowi mampu menangani pandemi memang terus merosot.

Tercatat pada September 2020 lalu, tingkat kepercayaan presiden Jokowi masih 60 persen.

Kemudian, tingkat kepercayaan kepada presiden Jokowi terus merosot hingga 56,5 persen pada Februari 2021. Pada Juni 2021, tingkat kepercayaan Jokowi telah berada di bawah 50 persen.

“Bisa dilihat saat ini ada trend penurunan 6 bulan terakhir. Menjelang diberlakukannya PPKM Darurat, ada penurunan tingkat kepuasan dan presiden dalam penanganan wabah,” ungkap dia.

Djayadi meminta hasil survei ini bisa menjadi evaluasi kepada pemerintahan presiden Jokowi untuk berbenah.

“Ini menjadi suatu hal yang penting untuk memahami penanganan wabah seperti PPKM darurat yang dijalankan sekarang ini,” katanya.

Sebagai catatan, survei LSI menggunakan metode survei simple random sampling dengan margin of eror +/- 2,88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun sampel dari survei ini berjumlah 1.200 responden.

Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Sebaliknya, survei digelar pada 20-25 Juni 2021 lalu.***

Sumber: Tribunnews

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: