Senin , Agustus 2 2021

Terbitkan SP3 Kasus Dugaan Korupsi Disdik Riau, Kejati Persilakan Masyarakat Ajukan Gugatan

Kantor Kejaksaan Tinggi Riau, di Jalan Sudirman Pekanbaru. (Foto: Antara)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Dihentikannya penyidikan atas kasus dugaan korupsi pengadaan media pembelajaran (perangkat keras) Informasi Teknologi (IT) dan Multimedia untuk SMA sederajat di Dinas Pendidikan (Disidik) Riau menimbulkan pro kontra di masyarakat.

Sejumlah kalangan menilai penghentian penyidikan tidak wajar karena pengembalian kerugian negara tidak menghapus tindak pidana.

Menanggapi hal itu, Asisten Intelijen Kejati Riau Raharjo Budi Kisnanto menyatakan, bagi yang keberatan atas penghentian kasus ini bisa mengajukan proses hukum ke pengadilan.

“Kalau ada yang merasa keberatan silahkan ajukan gugatan praperadilan ke pengadilan negeri,” kata Raharjo, Rabu (14/7/2021).

Gugatan praperadilan, lanjut Raharjo, merupakan hal yang resmi dan bisa dilakukan oleh siapapun.

“Itu (praperadilan) adalah suatu hal yang legal yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” tutur Raharjo.

Raharjo menegaskan dalam penghentian pengusutan dugaan korupsi pengadaan media pembelajaran IT dan Multimedia untuk SMA sederajat di Disdik Riau tidak karena ada diintervensi dari pihak mana pun.

“Perkara ini tidak ada intervensi dari siapa pun. Kejaksaan dalam penegakan hukum tidak memandang siapa di belakangnya, siapa yang intervensi, siapa yang beking. Ini murni secara yuridis karena kerugian negara sudah disetor ke kas daerah,” papar Raharjo.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Riau telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dugaan korupsi pengadaan media pembelajaran (perangkat keras) Informasi Teknologi (IT) dan Multimedia untuk SMA sederajat di Disidik Riau. Alasannya, kerugian negara sudah dikembalikan.

Dalam kasus ini, penyidik Pidana Khusus Kejati Riau telah menetapkan dua orang tersangka, yakni Hafes Timtim selaku Kabid Pembinaan di Disdik Riau sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Rahmad Dhanil selaku Direktur PT Airmas Jaya Mesin (Ayooklik.com) selaku rekanan proyek.

Kedua tersangka ditahan usai diperiksa pada Senin (20/7/2020), dan langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru. Ketika itu Kejati Riau dipimpin oleh Dr Mia Amiati SH MH.

Selang dua pekan kemudian, tepatnya pada Jumat (7/8/2020), Hafes Timtim dan Rahmad Dhanil dibebaskan dari penjara. Penahanan dialihkan jadi tahanan kota, dan kedua tersangka harus wajib lapor ke Kejati Riau.

Sejak saat itu, pengusutan kasus tidak pernah terdengar lagi. Sampai Kepala Kejati Riau dijabat Jaja Subagja, tersangka juga tak kunjung dilakukan penahanan hingga akhirnya penghentian penyidikan kasus diumumkan ke masyarakat.**

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: