Kamis , September 23 2021

Lestarikan Hutan dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Gubri Akan Luncurkan Program Adopsi Pohon

Kadis LHK Provinsi Riau DR Murod

PEKANBARU (RiauNews.com)-Pemprov Riau dalam waktu dekat ini akan meluncurkan program adopsi pohon. Program ini diharapkan dapat menjaga kelestarian hutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar hutan.

“Insya Allah pada tanggal 8 Agustus nanti bertepatan dengan HUT Provinsi Riau ke 64, Gubernur Riau akan meluncurkan program adopsi pohon,” kata Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, DR Murod, Selasa (3/8/21).

Dalam program Gubri, Riau Hijau jelas Murod ada dua target pencapaian, yang pertama meningkatkan kelestarian hutan dan kedua meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

” Untuk mendukung itu kami mencoba berinovasi, memikirkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat lembaga hutan desa, yang sekarang mendapat program perhutanan sosial, yang mendapat tugas mulia yakni menjaga kelestarian hutan,” katanya.

DLHK lanjut Murod tentu tidak bisa berdiam diri dan tetap akan menyuport mereka agar tetap menjadi pelestari dan penjaga hutan salah satunya menyusun program adopsi pohon.

“Adopsi pohon ini adalah upaya yang dilakukan oleh pihak ke tiga yang ingin berkontribusi dalam pelestarian hutan,” terang Murod

Prioritas pertama lanjut Murod, adalah pihak-pihak ketiga yang selama ini mengeluarkan emisi karbon dalam menjalankan usahanya seperti PLN, PKS, Pabrik Pulp dan lainnya,

“Kita rangkul mereka untuk sama-sama peduli menjaga dan melestarikan hutan agar tercipta keseimbangan alam. Untuk menyeimbangkan emisi karbon yang dikeluarkan dengan menjaga pohon, pohon ini berfungsi untuk menyerap emisi karbon tersebut. Donasi dari pihak ke tiga ini tidak ada paksaan sifatnya hanya himbaun agar ikut berkontribusi,” ujarnya.

Murod yang didampingi oleh Kabid Penaatan dan Penataan Hutan, Alwamen dan Kasi Gakum DLKH, Agus Haryoko, menerangkan pihak ketiga pada adopsi pohon ini dengan cara mendonasikan sejumlah uang atau kegiatan kepada lembaga hutan desa untuk membantu memotifasi pemangku hutan adat juga pemangku hutan desa, dalam menjaga dan melestarikan hutan.

“Jadi mereka lebih bersemangat menjaga kelestarian hutan tersebut karena mendapat insentif dari kegiatan tersebut yang dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kegiatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat hutan selain mendapatkan uang, pihak ketiga dapat membantu dalam bentuk program misalnya pertanian terpadu.

“Jika dalam bentuk dana segar dari pihak ketiga, dapat digunakan oleh masyarakat untuk pengamanan pohon-pohon yang ada di hutan adat maupun hutan desa seperti patroli, untuk mencegah pencurian pohon-pohon tersebut,”

Program ini tambah Murod sebagai bentuk komitmen Gubri dalam menjaga pelestarian hutan juga dan tak kalah pentingnya sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pewarta: Edi Gustien

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: