Rabu , September 22 2021

60 Sipil dan 12 Tentara AS Tewas Dalam Ledakan Bom di Bandara Kabul, ISIS Klaim yang Melakukan

Bom bunuh diri guncang bandara internasional Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021).

Kabul (Riaunews.com) – Serangan bom bunuh diri di dekat bandara Kabul, Afghanistan, menewaskan lebih dari 60 orang warga sipil, Kamis (26/8/2021). Sementara 12 orang tentara Amerika Serikat tewas dalam serangan tersebut.

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan Masyarakat Afghanistan menyampaikan kepada CNN, selain puluhan korban meninggal, sedikitnya 140 orang terluka atas peristiwa tersebut.

Ada dua ledakan di dekat bandara Kabul di hari yang sama. Pentagon juga mengonfirmasi beberapa anggota militer AS dan warga Afghanistan tewas dalam serangan tersebut.

Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Kenneth “Frank” McKenzie mengatakan 12 anggota militer AS tewas dan 15 lainnya terluka dalam serangan di bandara Kabul.

“Ini hari yang berat,” katanya.

Dia menyatakan pihaknya sedang bekerja untuk mencari siapa yang berada di balik serangan mematikan di bandara Kabul.

“Kami bekerja sangat keras sekarang untuk menentukan atribusi, untuk menentukan siapa yang terkait dengan serangan pengecut ini dan kami siap untuk mengambil tindakan terhadap mereka – 24/7 kami cari mereka,” katanya.

McKenzie mengatakan bahwa mereka mengharapkan serangan semacam ini. Dia menyebut ancaman ISIS “sangat nyata.” AS memperkirakan bahwa serangan akan terus berlanjut.

“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk bersiap menghadapi serangan itu,” kata McKenzie.

Dia mengatakan AS berkoordinasi dengan Taliban terkait keamanan bandara Kabul. Dia menyatakan AS akan memburu orang-orang yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Sementara itu, misi AS akan terus berlanjut meskipun ada serangan mematikan tersebut.

ISIS mengklaim serangan bom mematikan di bandara Kabul dilakukan olehnya.

Dua pengebom bunuh diri ISIS menyerang kerumunan orang di dekat bandara Kabul. Mereka yang sedang berkumpul itu berharap bisa melarikan diri dari Afghanistan yang kini dikuasai Taliban.

Ledakan itu terjadi saat batas waktu 31 Agustus semakin dekat bagi Amerika Serikat untuk menarik pasukannya. AS dan negara-negara Barat lainnya akan segera mengakhiri pengangkutan udara besar-besaran yang telah mengevakuasi hampir 100.000 orang.

Taliban mengutuk serangan bom mematikan di dekat bandara Kabul. Mereka menyebut daerah itu berada di bawah kendali militer AS.

“The Islamic Emirate mengutuk keras pemboman yang menargetkan warga sipil di bandara Kabul,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara kelompok Taliban di Twitter, seperti dikutip AFP.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: