Sabtu , September 18 2021

Angin Topan Yang Dingin

(ilustrasi)

Oleh : Alfisyah Ummuarifah, S.Pd

Membaca dan membelai satu demi satu ayat cinta-Nya membuatku semakin lama semakin terpana. Ayat-ayat kauniyyah mengalir indah. Allah begitu sempurna menciptakan semuanya.

Mereka itu makhluk yang hanya patuh pada keputusan PenciptaNya. Sehingga apapun yang diperintahkan akan mereka patuhi. Sami’na wa atho’na. Itu kata mereka.

Ini sebagaima angin topan yang dingin saat meluluhlantakkan kaum ‘Aad. Angin itu memberikan isyarat kemarahan sang penciptanya karena kaum Ad tidak mengimani apa yang dibawa nabi mereka.
Perhatikanlah ayat ini.

وَاَمَّا عَادٌ فَاُهۡلِكُوۡا بِرِيۡحٍ صَرۡصَرٍ عَاتِيَةٍۙ‏

Sedangkan kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin dan memiliki daya rusak yang sangat kuat.

Adapun kaum ‘Ad dibinasakan Allah dengan angin dingin yang sangat kencang (sarsar ‘atiyah). Dalam ayat lain, Allah berfirman:
Maka Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari. Karena Kami ingin agar mereka itu merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan azab akhirat pasti lebih menghinakan dan mereka tidak diberi pertolongan. (QS.Fussilat 16).

*
Sahabatku, angin topan merupakan fenomena cuaca ekstrim yang sering terjadi di beberapa kota-kota besar di Indonesia. Angin dengan kecepatan sampai 40 knot ini disinyalir mampu menerbangkan atap dan bangunan rumah milik penduduk.

Angin topan ini muncul karena adanya tekanan udara rendah di bawah awan tebal hitam.

Fenomena angin dengan kecepatan mencapai 28-47 knot atau 50-88 km/jam disebut angin ribut (gale). Istilah lesus, puting beliung, celeret tahun merupakan istilah lokal untuk memberi arti terhadap fenomena angin ini.

Kejadian angin topan sangat umum terjadi, hal ini disebabkan oleh material permukaan bumi yang lebih banyak menyimpan energi radiasi matahari.Fenomena ini ternyata mendorong terciptanya angin yang lebih kencang dari biasanya.

Hal ini juga didorong oleh topografi daerah perkotaan yang didominasi bangunan tinggi yang berfungsi seperti pegunungan.

Suhu permukaan yang tinggi atau panas membuat suhu udara di atasnya naik. Akibatnya udara mengembang dan menjadi lebih ringan. Karena lebih ringan di banding udara sekitarnya, maka udara akan naik.

Begitu udara panas tadi naik, tempatnya segera digantikan oleh udara sekitarnya, terutama udara dari atas yang lebih dingin dan berat, Karena perbedaan panasnya sangat ekstrem. Lalu timbullah tekanan yang sangat rendah, sehingga angin yang ada di perkotaan menuju ke pusat tekanan yang lebih rendah lalu menimbulkan angin topan.

Untuk mengurangi kerugian jiwa maupun material akibat bencana angin ribut, perlu dilakukan langkah-langkah preventif. Salah satu yang bisa dilakukan dan harus disediakan oleh lembaga negara yang mengurusi bencana ini adalah adalah menyediakan peta cuaca.

Sebagai antisipasi ke depam, sebenarnya kapan akan terjadi angin ribut dapat diketahui dengan menggunakan sinoptik chart.

Synoptic chart (peta sinoptik) adalah peta yang merangkumkan keadaan mutakhir dari cuaca di suatu wilayah.

Tujuan dari pembuatan peta sinoptik ini menurut Emilya agar para pemrakira cuaca mempunyai gambaran tiga dimensi mengenai keadaan cuaca yang sedang berlangsung denga cara yang dapat dimengerti.

Setidaknya ada beberapa langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menghindari bencana angin topan. Sebaiknya diusahakan berlindung di ruang bawah tanah, jika ada.

Bila sedang berada di tempat terbuka, berlarilah ke parit sambil merunduk dan menutupi kepala. Jauhilah pepohonan yang biasanya jadi sasaran petir karena gampang tumbang. Selain itu, berlindung di ruangan di tengah rumah yang tak berjendela dan menyelubungi diri di bawah kasur.

Demikianlah angin topan itu adalah makhluk Allah. Jika dia beraksi, berarti sudah dalam pengetahuan Allah. Allah yang memerintahkan nya. Saat itu kita hanya berlindung pada-Nya.

Jadi jika angin itu menyapa orang-orang yang beriman itu disebut musibah dan ujian. Namun jika mengenai umat yang membangkang terhadap perintah Allah, itu adalah azab dari Allah. Allah maha keras siksanya di dunia. Dan di akhirat lebih keras lagi. Wallahu a’lam bish-showaab.***

Medan, 10 Agustus 2021

Penulis seorang pemerhati masalah sosial

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: