Jumat , September 17 2021

Cara Pandang

Helfizon Assyafei
Helfizon Assyafei

Oleh: Helfizon Assyafei

Bisakah kita punya cara pandang berbeda untuk objek yang sama? Itulah dikatakan tuan guru muda itu. Seorang doktor ahli agama danjuga filsafat.

Maksudnya diam-diam cara pandang kita kebanyakan sama terhadap satu objek misalnya akhirat. Kita cenderung takut, duka dan merasa bersalah (karena ingat dosa-dosa) bila bicara atau ingat tentang itu.

Ia menceritakan pengalamannya saat mengikuti pertemuan ulama internasional di Pakistan. Ia pernah tanya alamat rumah pada seorang peserta. Dengan tersenyum peserta itu menjawab “di surga,” ujarnya.

Sekilas jawaban itu terasa sombong. Padahal tidak. Kata si penjawab, itulah alamat awal bapak manusia pertama (Adam). “Itulah alamat kita sebenarnya. Hanya saja setelah sampai di dunia kita lupa,” ujarnya lagi.

Menurutnya sepanjang kita ingat alamat itu maka kita akan tahu jalan ke sana yakni amal soleh. Jadi menurutnya perjalanan ke sana itu dimulai dari sini. Di dunia ini.

“Mereka orang-orang yang memandang akhirat adalah tujuan yang menyenangkan. Berbuat baik, jujur, berbagi pada sesama, ikhlas, berbakti pada orangtua itu menyenangkan,” ujarnya.

Mereka orang yang sejak awal menjaga agar dirinya berada di jalur yang benar sejak dari pikiran, perkataan dan perbuatan. Menurut mereka itulah jalan yang harus ditempuh agar sampai ke alamat sebenarnya di akhirat kelak.

Jadi kata tuan guru muda itu, bila anda merasa enjoy berbuat baik (bukan demi pencitraan atau demi-demi yang lainnya) maka anda sudah di jalan yang benar. Teruskanlah dengan riang gembira. Insya Allah anda akan sampai pada tempat yang kelak jauh lebih baik dari tempat yang akan anda tinggalkan (dunia).***

13 Agustus 2021

Penulis merupakan wartawan senior Riau

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: