Kamis , September 23 2021

Gombal

Dua buzzer rezim, Denny Siregar dan Ade Armando yang memuji-muji ‘sumbangan’ Rp2 triliun Akidi Tio dan menyindir sumbangan umat muslim untuk Palestina, sukses kena prank.

Oleh: Helfizon Assyafei

Menyumbang itu perbuatan terpuji, jika itu ikhlas.

Jika tidak ikhlas maka menyumbang punya banyak tujuan. Biar terkenal, biar dianggap peduli, biar dibilang luar biasa, biar dan biar lainnya.

Kasus sumbangan bo’ong 2 T itu mungkin tidak ikhlas. Lho kok memvonis begitu? Emang tahu isi hati orang?

Nggak, ini cuma analisa setelah membaca banyak kisah dibalik kasus itu.

Kisahnya panjang tapi kalau dibuat ringkasannya aja begini:

Heryanti anak Akidi Tio yang menjanjikan uang itu jauh sebelumnya bersama saudara-saudaranya telah pernah mengupayakan uang bapaknya yang punya saham di sebuah perusahaan Singapura.

Tapi kata Pak Dahlan Iskan dalam tulisannya, tentu tidak mudah. Apalagi sudah 12 tahun Akidi Tio meninggal (2009). Banyak hal bisa terjadi terhadap uang sang bapak di perusahaan selama itu.

Akhirnya saudara-saudara Heryanti menyerah dan tak mau urus lagi uang itu.

Heryanti tidak. Ia sudah keluarkan uang banyak untuk sewa pengacara di sana yang tarifnya per jam itu. Namun tetap saja tak menunjukkan titik terang.

Mungkin… ini mungkin (analisa saya saja), ibarat perang daripada kalah total lakukan taktik bumi hangus. Macam Belanda masuk Bandung dulu yang ditemui mereka lautan api karena aset-aset penting dibakar para pejuang.

Taktik bumi hangus itulah yang dibungkus dengan kata ‘sumbangan’. Biar dunia tahu ada uang bapaknya di Singpura yang tak bisa dicairkan. Mana tahu pemerintah Indonesia bisa membantu mencairkan bila dijadikan sumbangan. Mungkin saja ceritanya jadi lain kalau uang itu sudah bisa dicairkan. Bisa jadi tak disumbangkan karena konon dia juga banyak utang.

Tapi yang jelas begitu mudahnya orang-orang mempermainkan kita seperti itu. Terlalu mudah digombali dengan uang yang belum di tangan.

Dan, para buzzer rezim, seperti Ade Armando serta Denny Siregar pun terpana, lalu melantunkan puja-puji.

Kata sebuah klip video; jan asal malambai jo bibia taba tu de..

Onde mande cusdei…***

4 Agustus 2021

 

Penulis merupakan wartawan senior Riau

Artikel ini sudah dipublikasikan pertama kali di laman Facebook Helfizon Assyafei

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: