Kamis , September 23 2021

Greysia/Apriyani Cetak Sejarah Pertama Ganda Putri Indonesia Raih Emas Olimpiade

Apriyani Rahayu dan Greysia Polii
Pasangan ganda putri Apriyani Rahayu dan Greysia Polii meraih medali emas Olimpade Tokyo setelah memenangkan pertandingan final bulu tangkis ganda putri melawan pasangan China Jia Yifan dan Chen Qingchen. (Foto: AFP via Suara.com)

Tokyo (Riaunews.com) – Ganda putri Greysia/Apriyani berhasil merebut medali emas pertama dalam sejarah Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, setelah mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan 21-19 dan 21-15, di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Senin (2/8/2021).

Hasil ini sekaligus menjadikan Greysia/Apriyani mencetak sejarah sebagai ganda putri pertama Indonesia yang berhasil merebut medali emas Olimpiade sekaligus memberi emas pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Unggul sejak di awal permainan gim pertama, Greysia/Apriyani tampil luar biasa, untuk melawan unggulan kedua dunia Olimpiade Tokyo, dan merebut medali emas pertama Indonesia nomor ganda putri.

Pertahanan dan permainan bola depan Greysia/Apriyani sukses membawa ganda putri Indonesia sempat memimpin hingga 4-1 di awal gim pertama. Greysia/Apriyani kemudian berhasil menjauh 7-3 berkat pengamatan bola yang cerdas, setelah pukulan ganda China keluar arena lapangan, dan beberapa smash tajam yang tidak mampu dikembalikan pasangan China itu.

Perolehan poin Greysia/Apriyani sempat tersendat setelah Chen/Jia mendekat 8-7 lewat permainan agresif. Teriakan agresif dari kedua pasangan semakin membuat suasana arena menjadi tegang dan memanas. Hingga akhirnya Greysia/Apriyani kemudian menutup interval 11-8 setelah smahs kuat Chen menyangkut net.

Usai interval, laga semakin sengit setelah Chen/Jia berhasil menyamakan kedudukan 11-11, setelah Greysia/Apriyani tiga kali melakukan kesalahan rotasi posisi dan shuttlecock tidak mampu dikembalikan.

Namun, ganda Indonesia kembali menjauh 13-11 setelah raket Jia sempat patah, dan smes Apriyani membuat ganda China kesulitan untuk mengembalikan. Alhasil shuttlecock keluar dari arena.

Poin semakin melambung selisih empat poin pada 16-12, membuat Greysia/Apriyani sedikit di atas angin. Tidak terduga, Chen/Jia sempat mendekat 14-16. Namun Greysia/Apriyani tetap tenang dan kembali menjauh 18-14.

Selisih empat poin membuat mereka sedikit lengah. Di poin-poin kritis, Greysia/Apriyani sempat lengah hingga Chen/Jia mendekat 17-19. Titik balik bagi ganda Indonesia terjadi saat smahs Jia menyangkut net, hingga posisi game point 20-18.

Di awal gim kedua, Greysia/Apriyani kembali tampil apik dengan unggul 3-1. Momen luar biasa Greysia/Apriyani terus manfaatkan hingga berhasil merebut poin 5-2, setelah pertahanan ganda putri Indonesia itu tidak mampu ditembus Chen/Jia. Pertahanan luar biasa ganda putri Indonesia benar-benar luar biasa.

Permainan menjadi semakin menegangkan untuk pasangan China, Chen/Jia. Perlahan Greysia/Apriyani menjauh lagi hingga 8-3, tapi kemudian Chen/Jia berhasil mendekat hingga 6-8. Permainan kembali sengit, lagi-lagi Greysia/Apriyani mampu bangkit dan memimpin 11-7 saat interval setelah Chen beberapa kali melakukan kesalahan.

Usai interval permainan Greysia/Apriyani sudah semakin tenang dan memiliki keunggulan poin yang cukup besar hingga 15-9, karena Chen/Jia lebih sering melakukan kesalahan sendiri. Banyaknya bola yang tidak mampu dikembalikan membuat poin Greysia/Apriyani terus melambung.

Greysia/Apriyani terus memimpin jauh hingga 19-10 karena permainan sabar yang luar biasa dan tampil dengan tenang. Padahal Greysia Polli sempat mengganti raket karena senarnya putus, tanpa meminta challenge terlebih dahulu.

Chen/Jia sempat mendekat 14-19, tapi Greysia/Apriyani kemudian memastikan kemenangan 21-15 setelah pukulan Jia melebar keluar arena.***

 

Sumber: Suara

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: