Rabu , September 22 2021

Ibu dan Anak di Subang Tewas di Bunuh, Polisi: Bukan Perampokan atau Pemerkosaan

Ibu dan anak ditemukan dalam mobil dalam keadaan tidak bernyawa dengan indikasi dibunuh. (Foto: Detik)

Subang (Riaunews.com) – Kepolisian Resort Subang, Jawa Barat, telah melakukan autopsi terhadap korban pembunuhan ibu dan anak gadisnya, di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak. Dari hasil autopsi, diketahui kedua korban mengalami kerusakan pada tengkorak kepala akibat hantaman benda tumpul.

Korban berinisial TH (55), dibunuh lebih dulu dengan cara dibantai saat tidur. Adapun pelaku diduga melakukan satu kali pukulan ke bagian kepala dengan menggunakan sebilah kayu sehingga korban meninggal dunia seketika.

“Kondisi ibu dibantai ketika tidur. Jadi sekali pukul langsung meninggal,” ucap Kasat Reskrim Polres Subang AKP M Zulkarnaen saat dihubungi, Jumat (20/8/2021).

Dari hasil autopsi juga diketahui terdapat perbedaan waktu lima jam antara pembunuhan terhadap ibu dan anak. AMR (23), putri TH diketahui meninggal sekitar pukul 05.00 WIB, sedangkan ibunya lima jam sebelumnya.

“Ibunya duluan (dibunuh). Ada perbedaan waktu lima jam,” kata Zulkarnaen.

AMR juga diketahui dianiaya terlebih dahulu. Berdasarkan autopsi, AMR mengalami luka di bagian mata diduga bekas kekerasan.

“Anaknya sempat dianiaya kalau dilihat dari lukanya,” ujar Zulkarnaen.

Dari bukti-bukti yang dikumpulkan polisi, dan hasil olah TKP, peristiwa pembunuhan tidak berkaitan dengan aksi perampokan atau aksi pemerkosaan. Sejauh ini, polisi pun telah memeriksa 20 saksi terkait pembunuhan tersebut.

Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda Jabar turun tangan menyelidiki pembunuhan ini. Sebanyak tiga anggota tim Inafis Polda Jabar bersama personel Polres Subang menggelar pra rekonstruksi di rumah korban atau lokasi pembunuhan.

Kanit Identifikasi Polres Subang Ipda Asep Nugraha mengatakan pra rekonstruksi ini dilakukan untuk mengetahui kembali alur cerita berkaitan pembunuhan sadis ini.

“Tujuannya untuk mengetahui alur cerita, yang hadir pra rekonstruksi adalah mereka yang mengetahui dan mendengar kejadian tersebut,” kata Asep.

Asep menambahkan, tim Inafis kembali memeriksa barang bukti yang sudah diamankan. Di antaranya alat diduga yang digunakan pelaku untuk memukul korban, pisau dapur, dan baju berbercak darah milik salah satu saksi.

Adapun temuan peristiwa pembunuhan di Subang ini terjadi pada Rabu (18/8) pagi hari Dua korban pembunuhan itu ditemukan tidak bernyawa di bagasi sebuah mobil mewah.

Awalnya dua sosok ibu dan anak yang tak bernyawa itu ditemukan oleh sang suami. Saat itu sang suami terkejut dengan kondisi rumah yang sudah berantakan.***

Sumber: CNN Indonesia

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: